DetikNews
Minggu 10 Desember 2017, 12:14 WIB

Sandi Tak Ingin Video Rapat Pemprov Jadi Meme untuk Memecah Belah

Marlinda Oktavia Erwanti - detikNews
Sandi Tak Ingin Video Rapat Pemprov Jadi Meme untuk Memecah Belah Foto: Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno (Fida/detikcom)
Jakarta - Pemprov DKI pada masa kepemimpinan Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan-Sandiaga Uno memilih untuk tak mengunggah video-video rapat pimpinan (rapim) ke kanal YouTube Pemprov DKI. Sandiaga menjelaskan hal itu dilakukan agar video-video tersebut tak dijadikan meme yang memecah belah warga oleh para netizen.

"Kalau digunakan untuk dijadikan meme, videonya diedit-edit. Baik oleh yang mendukung kita atau yang belum mendukung, akhirnya jadi perpecahan," kata Sandi, di Kawasan Penggilingan, Jakarta Timur, Minggu (10/12/2017).



Sandi mengaku belajar dari video rapat pertama yang diunggah Pemprov ke YouTube. Video tersebut, kata Sandi, dijadikan bahan untuk saling ejek warga yang mendukungnya dan Anies dengan warga yang tak mendukung.

"Bukan dari yang tidak mendukung, tapi dari yang mendukung juga kemarin bilang 'tuh gubernur kita enak ngomongnya santun', ya itu memicu, yang sebelah sini 'Nggak, ini enggak tegas'-lah segala macam. Ayolah teman-teman kita dewasalah sedikit," ujarnya.

Sandi menegaskan, pada prinsipnya ia dan Anies ingin adanya keterbukaan informasi. Namun, lanjutnya, jika video-video tersebut hanya dijadikan sebagai bahan saling ejek dan saling mencibir, ia lebih memilih untuk tak mengunggahnya.

"Ini kita punya waktu cukup untuk membangun bangsa kalau kita gunakan energi kita untuk saling serang menyerang nggak akan ada habisnya," tuturnya.

Sebelumnya, Kanal Pemprov DKI Jakarta di YouTube kini terlihat jarang mengunggah video rapat pimpinan dengan SKPD terkait. Sandiaga mengatakan, tidak diunggahnya video rapat ke YouTube bukan berarti ada hal yang ditutupi.

"Tidak ada yang ditutupi. Tapi kita ingin channel yang ada di Pemprov tidak untuk memecah belah. Takut kalau ada rapim, ada yang isu memecah belah itu nantiKita tidak mau push sesuatu yang mengkhawatirkan, memecah belah antara warga. Karena ini sudah masuk natal dan tahun baru. Kita gunakan untuk merangkul semua. Jadi kita hindari yang berpotensi untuk cibiran, ejek mengejek antar kelompok masyarakat," kata Sandiaga kepada wartawan di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Sabtu (9/12/2017).
(imk/imk)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed