DetikNews
Jumat 08 Desember 2017, 08:58 WIB

Alasan Mengapa Indonesia Perlu Terus Mendukung Palestina

Fajar Pratama - detikNews
Alasan Mengapa Indonesia Perlu Terus Mendukung Palestina Salah satu aksi masyarakat Indonesia mendukung pembebasan Palestina atas cengkeraman Israel/Foto: Fitang/detikcom
Jakarta - Pemerintah dan masyarakat Indonesia bersimpati kepada Palestina dalam kaitannya dengan aksi sepihak yang dilakukan Israel dalam mengklaim Yerusalem sebagai ibukota. Dari sisi sejarah, Indonesia memang sepatutnya terus mendukung Palestina.

Tak hanya Indonesia, masyarakat internasional juga banyak yang bersimpati terhadap penderitaan warga Palestina yang wilayahnya terus menerus dicaplok Israel. Pasca Presiden AS Donald Trump mengakui Yerusalem sebagai ibukota Israel -- dengan memindahkan ibukota ke kota suci itu -- sejumlah pemimpin dunia ikut mengecam.

Akan tetapi untuk Indonesia, ada faktor lain selain kemanusiaan yang menjadi alasan mengapa perlu terus mendukung Palestina. Palestina dan Mesir menjadi pihak yang mengakui paling awal kemerdekaan Indonesia pada tahun 1945.

Alasan Mengapa Indonesia Perlu Terus Mendukung PalestinaFoto: Infografis: Zaki Alfaraby/detikcom


"Saat itu Palestina memang belum jadi negara, belum merdeka. Orang-orang arab yang ada di sana yang merupakan Liga Arab mengakui kemerdekaan kita. Kita harus menghormati pengakuan dari mereka tersebut," kata sejarawan UI Rusdi Hoesin dalam perbincangan, Jumat (8/12/2017).

Adapun deklarasi kemerdekaan Palestina dilakukan pada 15 November 1988. Proklamasi kemerdekaan dikumandangkan oleh Yasser Arafat di sidang Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) yang kemudian terpilih sebagai Presiden pertama Palestina.

Rusdi mengatakan, selain karena jasa Palestina yang telah mengakui kemerdekaan Indonesia, ada ketidaksetujuan besar dari kalangan masyarakat Indonesia mengenai kembalinya orang-orang Yahudi ke tanah Yerusalem. Sejak beratus-ratus tahun lamanya tanah Yerusalem ditinggali oleh orang-orang Arab. Ketenangan itu diusik pasca perang dunia kedua saat orang-orang Yahudi dibantu Inggris datang ke sana dan mendirikan negara Israel.

"Banyak yang tidak setuju kalau Yahudi kembali ke situ. Apa urusannya dia mengusai wilayah yang isinya adalah orang-orang arab," kata Rusdi.
(fjp/rna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed