DetikNews
Jumat 08 Desember 2017, 07:16 WIB

Fakta Soal Novanto yang Diungkap Jaksa di Tuntutan Andi Narogong

Rina Atriana - detikNews
Fakta Soal Novanto yang Diungkap Jaksa di Tuntutan Andi Narogong Setya Novanto (Foto: Nur Indah Fatmawati/detikcom)
Jakarta - Andi Agustinus alias Andi Narogong dituntut 8 tahun penjara dan denda Rp 1 miiliar di kasus e-KTP. Dalam tuntutan Andi, nama Setya Novanto muncul beberapa kali. Terkait apa saja?

Berdasarkan surat tuntutan yang dibacakan di Pengadilan Tipikor, Jl Bungur Besar Raya, Jakarta Pusat, Kamis (7/12/2017), Novanto disebut dijanjikan jatah USD 7 juta dari proyek e-KTP. Duit tersebut merupakan kesepakatan Andi dengan Tim Fatmawati.

Uang USD 7 juta untuk Novanto menjadi tanggung jawab PT Quadra Solution. Menjabat sebagai Dirut PT Quadra Solution saat itu adalah, Anang Sugiana.

"Pertemuan disepakati fee untuk Setya Novanto USD 7 juta disalurkan PT Quadra secara bertahap. Untuk itu, Anang menyanggupi sepanjang ada invoice, jadi seolah-olah pengeluaran Quadra secara sah," ucap jaksa.


Jaksa juga mengungkap Andi Narogong menyampaikan kepada rekanan harus ada fee 5% untuk Novanto kalau ingin anggaran proyek e-KTP sukses.

"Pada pertengahan 2010, terdakwa melakukan pertemuan di Kafe Pandor dengan Johannes Marliem, Vidi Gunawan, Irvanto, dan Mudji. Dalam pertemuan tersebut, terdakwa menyampaikan, dalam proyek e-KTP ada beban commitment fee 5 persen untuk Novanto guna mempermudah pembahasan anggaran," ungkap jaksa.

Selain itu Andi Narogong disebut Setya Novanto menggunakan pengaruh serta wewenang Setya Novanto untuk bisa terlibat dalam proyek e-KTP.

"Terdakwa (Andi Narogong) telah menggunakan pengaruh wewenang Setya Novanto untuk ikut terlibat dalam proses pembahasan anggaran dan pengadaan barang atau jasa secara melawan hukum," ujar jaksa.


Selama proyek e-KTP berjalan, Andi Narogong disebut beberapa kali bertemu Setya Novanto. Di antaranya saat Andi bertemu Novanto di Gran Melia, Jakarta.

Selanjutnya Andi bertemu Novanto lagi di lantai 12 ruang fraksi Golkar di DPR. Hadir dalam pertemuan ini eks Sekjen Kemendagri Diah Anggraeni, mantan Dirjen Dukcapil Irman dan eks Pejabat Pembuat Komitmen Kemendagri Sugiharto.


Beberapa waktu lalu juga sempat ramai soal jam tangan Richard Mille milik Setya Novanto yang diduga pemberiannya terkait proyek e-KTP. Dalam tuntutan Andi dijelaskan bahwa jam tangah tersebut merupakan hasil patungan antara Andi Narogong dan Johannes Marliem.

"Pada bulan November 2012, Andi Narogong memberikan uang kepada Johannes Marliem Rp 650 juta sebagai uang patungan untuk membeli jam tangan merek Richard Mille," beber jaksa.
(rna/fdn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed