DetikNews
Kamis 07 Desember 2017, 10:24 WIB

GP Ansor: Tindakan Konyol Trump Bisa Memicu Perang Dunia Ke-3

Aditya Mardiastuti - detikNews
GP Ansor: Tindakan Konyol Trump Bisa Memicu Perang Dunia Ke-3 Aksi Protes Setelah Trump mengakui Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel (Foto: Reuters)
Jakarta - Gerakan Pemuda (GP) Ansor mengecam keputusan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang mengakui Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel. Tindakan tersebut diyakini berpotensi memperkeruh perdamaian dan memicu perang dunia ke-3.

"Mengecam keputusan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang mengakui Yerusalem sebagai Ibukota dan akan memindahkan Kantor Kedutaan Besar Amerika Serikat ke Yerusalem akan menciptakan instabilitas dan berpotensi besar menimbulkan kerusakan peradaban manusia, tidak hanya di kawasan Timur Tengah, namun juga di seluruh belahan dunia lainnya," ujar Ketua Umum Pimpinan Pusat GP Ansor Yaqut Cholil Qoumas dalam keterangan tertulisnya, Kamis (7/12/2017).

"Bukan tidak mungkin, tindakan konyol Donald Trump ini dapat memicu Perang Dunia ke-3," sambungnya.


Yaqut menambahkan langkah Trump tersebut telah mengoyakkan proses perdamaian antara Israel dan Palestina. Menurutnya, tindakan pemindahan Ibu Kota dari Tel Aviv ke Yerusalem rawan menjadi isu agama.

"Langkah Donald Trump tersebut telah merobek-robek proses perdamaian antara Israel dan Palestina. Tindakan pemindahan ibukota Israel dari Tel Aviv ke Yerusalem sangat berpotensi menjadi isu agama yang sangat sensitif karena Yerusalem adalah Kota Suci bagi tiga agama dunia," paparnya.


Yaqut mendesak pemerintah RI untuk menolak keputusan Trump mengakui Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel. Dia juga meminta Pemerintah RI mendorong kemerdekaan Palestina.

"Mendesak Pemerintah RI untuk selalu konsisten mendukung kemerdekaan negara Palestina dengan menolak pemindahan Ibu Kota Israel dari Tel Aviv ke Yerusalem. Hal ini mutlak harus dilakukan Pemerintah RI karena sesuai dengan amanat konstitusi yang menyatakan bahwa 'Kemerdekaan itu adalah hak segala bangsa dan oleh sebab itu penjajahan di muka bumi harus dihapuskan'," paparnya.

[Gambas:Video 20detik]
(ams/tor)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed