DetikNews
Kamis 07 Desember 2017, 09:35 WIB

Pernyataan Lengkap Netanyahu Soal Yerusalem Jadi Ibu Kota Israel

Herianto Batubara - detikNews
Pernyataan Lengkap Netanyahu Soal Yerusalem Jadi Ibu Kota Israel Foto: PM Israel Benjamin Netanyahu bicara soal Yerusalem (Istimewa)
Tel Aviv - Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu berterima kasih atas keputusan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel. Dia dan rakyat Israel sangat berterima kasih atas keputusan bersejarah itu.

Pernyataan tersebut disampaikan Netanyahu dalam keterangan resminya yang dirilis Kementerian Luar Negeri Israel seperti dilihat detikcom, Kamis (7/12/2017).

"Kami sangat berterima kasih kepada Presiden (Donald Trump-red) atas keputusannya yang berani dan adil. Keputusan ini mencerminkan komitmen Presiden terhadap sebuah kebenaran kuno namun abadi, untuk memenuhi janjinya dan untuk memajukan perdamaian," kata Netanyahu.


PM Netanyahu juga mengapresiasi niat AS yang akan segera memindahkan kedutaan besar mereka dari Tel Aviv ke Yerusalem. Dia meminta negara-negara lain juga mengikuti langkah itu.

Berikut pernyataan lengkap PM Netanyahu:

Ini adalah hari bersejarah. Yerusalem sudah menjadi ibu kota Israel selama hampir 70 tahun. Yerusalem telah menjadi fokus harapan, impian, doa kita selama 3.000 tahun, Yerusalem telah menjadi ibu kota orang-orang Yahudi selama 3.000 tahun.

Di sinilah kuil kita berdiri, raja kita memerintah, para nabi kita berkhotbah.

Dari setiap penjuru bumi, orang-orang kita rindu untuk kembali ke Yerusalem, untuk menyentuh batu emasnya, untuk berjalan di jalanan yang suci. Jadi langka sekali bisa berbicara tentang tonggak sejarah baru dan asli dalam sejarah kota ini.

Namun pernyataan Presiden Trump saat ini adalah suatu kesempatan. Kami sangat berterima kasih kepada Presiden karena keputusannya yang gagah berani dan adil untuk mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel dan untuk mempersiapkan pembukaan kedutaan AS di sini. Keputusan ini mencerminkan komitmen Presiden terhadap sebuah kebenaran kuno namun abadi, untuk memenuhi janjinya dan untuk memajukan perdamaian.

Keputusan Presiden merupakan langkah penting menuju perdamaian, karena tidak ada perdamaian yang tidak termasuk Yerusalem sebagai ibu kota Negara Israel. Saya memiliki komitmen yang sama dengan Presiden Trump untuk memajukan perdamaian antara Israel dan semua tetangga kita, termasuk orang-orang Palestina. Dan kita akan terus bekerja sama dengan Presiden dan timnya untuk membuat mimpi perdamaian menjadi kenyataan. Saya menyerukan kepada semua negara yang mencari perdamaian untuk bergabung dengan Amerika Serikat dalam mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel dan untuk memindahkan kedutaan mereka di sini.

Saya juga ingin menjelaskan: tidak akan ada perubahan apapun terhadap status quo di tempat suci. Orang-orang Yahudi dan negara Yahudi akan selamanya bersyukur. Inilah tujuan kami dari hari pertama Israel.

Israel akan selalu menjamin kebebasan beribadah untuk orang Yahudi, Kristen dan Muslim. Presiden Trump, terima kasih atas keputusan bersejarah hari ini untuk mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel.

[Gambas:Video 20detik]

(hri/ita)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed