DetikNews
Sabtu 25 November 2017, 06:53 WIB

YLBHI Desak Presiden Bentuk Tim Pencari Fakta Kasus Novel

Parastiti Kharisma Putri - detikNews
YLBHI Desak Presiden Bentuk Tim Pencari Fakta Kasus Novel Foto: dok. Istimewa
Jakarta - Kapolda Metro Jaya Irjen Idham Aziz kembali mengajak KPK ikut dalam pengusutan teror penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan. Namun Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) tetap mendesak Presiden Jokowi membentuk tim gabungan pencari fakta (TGPF) untuk mengusut kasus itu.

"Kami mendesak kepada Presiden agar membentuk Tim Gabungan Pencari Fakta. Walau terus mendesak untuk segera menangkap pelaku dan mengungkap, seperti yang Novel sampaikan, kami tidak yakin ini akan diungkap oleh kepolisian," kata Ketua Bidang Advokasi YLBHI Muhammad Isnur kepada detikcom, Jumat (24/11/2017).



Hal senada disampaikan oleh Koordinator Bantuan Hukum YLBHI Julius Ibrani. Ia mengatakan aktor-aktor pada tataran elite harus turun tangan untuk mengusut kasus ini dan menyerahkan kasus ini sepenuhnya kepada TGPF.

"Sudah bukan lagi soal kesulitan pencarian, minimnya bukti, dan hal-hal teknis lain. Ini sudah pada tataran elite. Oleh sebab itu, aktor-aktor di level elite yang perlu turun tangan," kata Julius.

"Kapolri harus segera menyatakan bahwa instansinya tidak bisa lagi mengusut dan sekaligus menyerahkan pada pembentukan TGPF yang independen dan lepas sama sekali dari unsur kepolisian," ujarnya.

Terkait hal ini, Ketua KPK Agus Rahardjo menganggap TGPF terkait teror penyiraman air keras ke Novel Baswedan belum terlalu diperlukan. Pertimbangannya, Agus melihat keseriusan Polda Metro Jaya mengusut kasus itu.

"Ya, kalau tadi kita melihat keseriusan teman-teman Polri menangani ini, terutama Polda Metro, sebetulnya kalau Anda lihat daftar kegiatannya, mulai pertama sampai hari ini, kalau diungkapkan tadi 8 meter, ya. Tanggal ini ngapain, tanggal ini ngapain," ucap Agus dalam konferensi pers di KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Jumat (24/11).



"Oleh karena itu, kita lihat langkah-langkahnya, effort-nya dilakukan, diceritakan, bahkan untuk mencari mug untuk tempatnya itu ke mana saja, itu diceritakan panjang sekali. Oleh karena itu, kami melihat keseriusan itu," lanjutnya.

Bahkan pada Jumat (24/11) polisi telah merilis dua sketsa wajah orang yang diduga terlibat dalam penyerangan terhadap penyidik senior KPK itu. Tak hanya itu, kepolisian juga mengerahkan 167 personelnya untuk mengusut kasus teror ke Novel Baswedan.
(yas/ams)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed