DetikNews
Jumat 24 November 2017, 16:47 WIB

Wasekjen PKB: Pernikahan Monogami Itu Pilihan Terbaik

Gibran Maulana Ibrahim - detikNews
Wasekjen PKB: Pernikahan Monogami Itu Pilihan Terbaik Maman Iman Ul Haq (Gibran Maulana/detikcom)
Jakarta - Dauroh Poligami Indonesia (DPI) hendak menggelar 'Seminar Cara Cepat Dapat 4 Istri'. Wakil Sekretaris Jenderal PKB Maman Imanul Haq angkat bicara mengenai rencana seminar tersebut.

Maman, yang duduk di Komisi VIII DPR, yang membidangi agama, menyebut Alquran sebagai pedoman hidup umat Islam jelas menekankan pentingnya arti suatu keluarga. Maman mengatakan nilai terpenting suatu keluarga ialah kasih sayang, jangan dirusak dengan poligami.

"Quran menggariskan tentang pentingnya keluarga. Cara memperoleh keluarga yang kuat itu adalah dengan nilai kasih sayang dan juga jauh dari konflik," pesan Maman saat dihubungi, Jumat (24/11/2017).

Alquran, kata Maman, menyebut monogami atau hanya memiliki satu pasangan dalam pernikahan lebih baik. Karena itu, Maman memandang seminar tersebut kurang tepat jika digelar di Indonesia yang mayoritas penduduknya beragama Islam.

Lebih lanjut Maman menjelaskan seminar tersebut terkesan jauh dari budaya di Indonesia. Masyarakat Indonesia, kata Maman, cenderung hanya mempunyai 1 pasangan dalam mahligai rumah tangga mereka.

"Quran membatasi sebaiknya monogami adalah pilihan terbaik. Itu sesuatu yang terlalu mengada-ada dalam budaya Indonesia karena itu kontraproduktif dan sangat melecehkan lembaga keluarga," Maman mengingatkan.

Maman tegas tak setuju dengan cara DPI menggelar seminar tentang poligami tersebut. Kata Maman, mempertahankan keluarga lebih dianjurkan ketimbang berpoligami.

"Perkawinan monogami itu lebih menguatkan, lebih memenuhi unsur-unsur kasih sayang," tutur Maman.

Seminar 'Cara Cepat Dapat 4 Istri' yang akan diselenggarakan Dauroh Poligami Indonesia (DPI) disorot oleh sejumlah pihak. DPI menyatakan hanya melakukan edukasi, bukan mengkampanyekan poligami.

Dalam seminar yang akan digelar pada 3 Desember nanti, para peserta dikenai biaya--yang disebut sebagai biaya investasi--sebesar Rp 3,5 juta. DPI mengklaim uang tersebut untuk kepentingan dakwah dan operasional.

"Justru kami satu-satunya lembaga yang ingin mengedukasi soal pernikahan dengan baik dan proporsional serta ingin menghati-menghatikan kepada siapa pun bahwa poligami adalah sesuatu yang penting yang tidak semua orang bisa melakukannya," kata Direktur Eksekutif Dauroh Poligami Indonesia Vicky Abu Syamil, Jumat (24/11).
(gbr/fjp)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed