DetikNews
Sabtu 18 November 2017, 10:10 WIB

Pakar Hukum Sebut Penahanan Setya Novanto oleh KPK Sah

Nur Indah Fatmawati - detikNews
Pakar Hukum Sebut Penahanan Setya Novanto oleh KPK Sah Diskusi Polemik (Nur Indah/detikcom)
Jakarta - Keputusan KPK menahan Setya Novanto disebut sudah tepat. Apa yang dilakukan lembaga antirasuah ini dinilai telah sesuai dengan KUHAP.

"Ada rasio objektif dan radio subjektifnya sudah terpenuhi. Untuk rasio subjektif ini dikhawatirkan pelaku melarikan diri, dikhawatirkan menghilangkan barang bukti. Karena itu, lembaga penahanan dikeluarkan," ucap pakar hukum pidana Abdul Fickar Hadjar dalam diskusi Polemik bertajuk 'Dramaturgi Setya Novanto' di Warung Daun, Jl Cikini Raya, Jakarta Pusat, Sabtu (18/11/2017).

[Gambas:Video 20detik]

"Jadi apa yang dilakukan KPK sah. Kalau pihak Setya Novanto belum tanda tangan, rasio ini malah sudah mendelegitimasi itu," lanjutnya.

Dia melanjutkan rasio orang yang akan ditangkap sudah terpenuhi semua dalam perkara Ketua DPR itu. Ini dapat dilihat dari kehadiran Setya Novanto yang hanya 3 kali dalam 11 panggilan oleh KPK dalam proses penyidikan.

Pakar Hukum Sebut Penahanan Setya Novanto oleh KPK SahSetya Novanto saat dibawa ke RSCM. (Adi wicaksono/detikcom).

"Rasio orang mau ditangkap sudah terpenuhi semua. Ada indikatornya. Sakitnya juga, waktu dipanggil sakit, setelah tidak dipanggil sehat," ucap Abdul.

KPK resmi mengeluarkan surat perintah penahanan terhadap tersangka kasus korupsi e-KTP itu. Penahanan dilakukan untuk 20 hari pertama di Rumah Tahanan Kelas I Jakarta Timur Cabang KPK.

"Terhitung 17 November 2017 hingga 6 Desember 2017," ucap Kabiro Humas KPK Febri Diansyah sebelumnya.

[Gambas:Video 20detik]

Namun, karena masih dirawat akibat kecelakaan, penahanan Novanto dibantarkan. Ketum Golkar tersebut saat ini berada di RSCM.

Seperti diketahui, Novanto sempat dirawat di RS Medika Permata Hijau. Selama proses pembantaran itu, Novanto akan dijaga ketat oleh KPK, yang dibantu Polri. Sesuai dengan aturan hukum, KPK tetap melanjutkan proses terkait pembantaran penahanan, yang berarti masa tahanan tidak dihitung selama tersangka menjalani perawatan di rumah sakit.
(nif/elz)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed