DetikNews
Selasa 14 November 2017, 11:10 WIB

Wabendum Golkar Penuhi Panggilan KPK Terkait Markus Nari

Nur Indah Fatmawati - detikNews
Wabendum Golkar Penuhi Panggilan KPK Terkait Markus Nari Foto: Wabendum Golkar Zulhendri Hasan (Nurin-detikcom)
Jakarta - Wakil Bendahara Umum Golkar Zulhendri Hassan, memenuhi panggilan KPK. Dia akan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Anggota Komisi V DPR Markus Nari.

"Capacity saya jelas sebagai saksi. Sebagai warga negara yang baik dipanggil oleh institusi penegak hukum sebagai saksi dalam perkara Markus Nari sebagai tersangka e-KTP, saya datang dong. Apalagi saya sebagai komunitas hukum yang mengerti hukum tentu kita patuhi," kata Zulhendri di KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Selasa (14/11/2017).

Lelaki yang mengenakan batik coklat ini tiba di KPK sekitar pukul 10.00 WIB. Dia lalu menyebut dalam surat yang dikirim KPK, disebutkan ada 2 kasus terkait Markus Nari.

"Ya saya baru dipanggil, dua-duanya ada. Apakah dalam e-KTP atau dalam perintangannya," ucapnya.



Ditanya soal kaitannya dalam kasus tersebut, politisi Golkar ini mengaku tidak tahu. Lagipula dia juga belum diperiksa.

"Saya tidak tahu apa-apa kok. Kebetulan saya sebagai Wakil Bendahara Golkar, ya saya nggak tahu pertimbangannya apa saya dipanggil. Tentu penyidik yang lebih tahu," ujar Zulhendri.

Dalam agenda pemeriksaan hari ini nama Zulhendri tidak ada. Namun berdasarkan pengakuannya ini adalah penjadwalan ulamg dari agenda pemeriksaan kemarin (13/11). Dia sedianya diperiksa terkait perintangan kasus e-KTP yang dilakukan Markus Nari.

Nama Zulhendri pernah muncul dalam persidangan Miryam S Haryani, terdakwa kasus pemberi keterangan tidak benar di persidangan e-KTP pada Senin (4/9). Advokat Farhat Abbas yang duduk sebagai saksi, mengaku pernah berkomunikasi dengan Zulhendri Hasan terkait posisi Setya Novanto dalam kasus proyek pengadaan e-KTP.

Farhat membenarkan dia sempat menelepon Zulhendri. Percakapan itu kemudian menyebut ada pertemuan yang dihadiri SN, Setya Novanto, dan mengatakan dia aman dan tidak akan terseret kasus e-KTP.



Selain itu, hakim bertanya mengenai Rudy Alfonso, pengacara yang disebut Farhat diduga terlibat dalam kasus tekanan terhadap Miryam.

"Menurut Zulhendri, Rudi Alfonso sering berikan arahan kepada pihak yang berperkara dan buat cabut BAP tidak akan berdampak kepada mereka. Anda tahu dari mana? Pengalaman Anda menyaksikan dia (Rudi Alfonso)?" tanya hakim kepada Farhat, yang bersaksi dalam sidang Miryam S Haryani di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jl Bungur Besar, Jakarta Pusat.

"Itu jadi rahasia umum, kalau dilihat dari sejarahnya. Cerita dari pengalaman teman, pikiran saya masuk di akal. Terakhir waktu ketemu Anton Taufik, Anton mengaku asistennya Rudy Alfonso," jawab Farhat.
(nif/rvk)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed