DetikNews
Jumat 10 November 2017, 14:04 WIB

Mengenal Arie Lasut Pahlawan Pertambangan dan Geologi Indonesia

Mei Amelia R - detikNews
Mengenal Arie Lasut Pahlawan Pertambangan dan Geologi Indonesia Pahlawan pertambangan dan geologi Indonesia, Arie F Lasut (Foto: Dok. Istimewa)
Jakarta - Mungkin tidak banyak yang tahu ada seorang pahlawan bernama Arie F. Lasut. Pria asal Minahasa yang bernama lengkap Arie Frederik Lasut dijuluki sebagai pahlawan pertambangan dan geologi Indonesia.

Arie Lasut punya peran penting dalam mempertahankan jawatan pertambangan dan geologi dari tangan Jepang pada September 1945. Lasut bersama pegawai muda lainnya di kantor Chisitsu Chisasho (Jawatan Geologi), seperti Raden Ali Tirtosoewirjo, R. Soenoe Soemosoesastro, dan Sjamsoe M. Bahroem mengambil alih kantor jawatan itu dari pihak Jepang.

Sejak saat itu pula, nama kantor diubah menjadi Poesat Djawatan Tambang dan Geologi. Pengambilalihan kantor Jawa Denki Koza (Perusahaan Listrik Jawa) juga dilakukan oleh sejumlah pemuda pada 28 September 1945.


Perjuangan para ahli geologi dan pertambangan saat itu yang kemudian menjadi cikal bakal Hari Pertambangan dan Energi yang jatuh pada tanggal 28 September yang tersurat dalam Surat Keputusan Presiden Republik Indonesia No 22 Tahun 2008.

Menteri ESDM Ignatius Jonan saat ziarah ke makam Pahlawan pertambangan dan geologi Indonesia, Arie F LasutMenteri ESDM Ignatius Jonan saat ziarah ke makam Pahlawan pertambangan dan geologi Indonesia, Arie F Lasut (Foto: Dok. Istimewa)

Di usia muda, Lasut termasuk pemuda yang gigih dalam mempertahankan jawatan pertambangan dan geologi dari tangan penjajah. Lasut bahkan diburu oleh Belanda yang saat itu menduduki Yogyakarta pada tahun 1949.

Telat pada tanggal 7 Mei 1948, Lasut diculik oleh pasukan Belanda Tjiger Brigade, dari kediamannya di Pugeran. Lasut dibunuh dan ditemukan di daerah Sekip, yang sekarang masuk lingkungan Kampus Universitas Gadjah Mada.


Atas jasa-jasanya itulah, pemerintah menganugerahinya dengan gelar pahlawan kemerdekaan nasional yang diputuskan dalam Kepres No: 012/TK/Tahun 1969 tanggal 20 Mei 1969. Arie Lasut meninggal di usia muda yakni 30 tahun.

Cucu Arie Lasut, Sandy Arifin meneladani sang kakek. Menurut yang berprofesi sebagai pengacara ini, Arie Lasut adalah orang yang sangat idealis.

"Kebetulan saya hanya bisa mendengarkan cerita kakek saya dari adik kakek saya Willy Lasut. Menurut Opa Willy, opa (Arie Lasut) sangat idealis, negarawan dan sangat gigih apalagi dalam memperjuangkan kekayaan alam energi Indonesia untuk kepentingan bangsa dan tanah air, padahal kalau mau memperkaya raya diri sendiri pada masa itu sangat bisa sekali," tutur Sandy.
(mei/jbr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed