DetikNews
Senin 23 Oktober 2017, 19:28 WIB

Penjelasan Bina Marga DKI Soal Proyek Flyover-Underpass yang Molor

Marlinda - detikNews
Penjelasan Bina Marga DKI Soal Proyek Flyover-Underpass yang Molor Foto: Proyek flyover Cipinang Lontar (Ibnu-detikcom)
Jakarta - Lima proyek infrastruktur di Jakarta mengalami keterlambatan dari target awal. Penyebabnya adalah belum direlokasinya utilitas milik PLN, PGN dan PAM Jaya yang terdampak proyek pembangunan.

Kepala Dinas Bina Marga DKI Jakarta Yusmada Faizal mengungkapkan usai rapat koordinasi dengan pihak-pihak tersebut, dipastikan ketiganya akan segera menyelesaikan pekerjaan relokasi utilitas.

"PLN itu secara resmi menyurati gubernur bahwa dia bisa selesai April 2018," kata Yusmada di Balai Kota DKI, Jalan Medan Merdeka Selatan, Gambir, Jakarta Pusat, Senin (23/10/2017).




Sementara PAM Jaya ditargetkan akan menyelesaikan pekerjaannya pada November 2017. Menurut Yusmada, kendala terbesar PAM Jaya ada pada relokasi 1.200 pipa di proyek Flyover Kartini.

"Ternyata di kartini yang ada pipa 1.200 itu kan butuh benar-benar kerjaan yang besar bagi PAM. Saya targetkan november," kata Yusmada.

Terkait persoalan pipa yang melintang di konstruksi Underpass Mampang Kuningan, Yusmada mengungkapkan PGN menargetkan akan menyelesaikan pekerjaannya pada November 2017. Sementara untuk pipa air PAM Jaya, Yusmada mengungkapkan masih mencari teknik untuk mempercepat relokasinya.

"Yang kedua Mampang-Kuningan ini benar-benar melintang dia. Ada dua itu satu gas PGN sama PAM. PGN sudah oke. Kemarin sudah kita tinjau, solusinya sudah ada, dia menargetkan November 2017 kerjaannya selesai. Nah yang PAM ini kita masih cari teknik untuk mempercepat," tuturnya.

Yusmada mengungkapkan, pihaknya bersama PAM Jaya rencananya besok akan meninjau ke lokasi konstruksi Underpass Mampang Kuningan. Tujuannya untuk perencanaan dan peletakan trase.

"Sudah ada janji PAM besok kita ke lapangan meletakkan trase dan perencanaan," kata Yusmada.

Untuk diketahui, lima proyek pembangunan infrastruktur yang mengalami keterlambatan terdiri dari Flyover Bintaro Permai-rel kereta api, Flyover Cipinang Lontar, underpass Kartini, underpass Mampang-Kuningan dan underpass Matraman-Salemba.
(rvk/rvk)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed