DetikNews
Jumat 20 Oktober 2017, 17:26 WIB

Cerita Pengelola Kolam Renang soal Mahasiswa IPB yang Tewas

Farhan - detikNews
Cerita Pengelola Kolam Renang soal Mahasiswa IPB yang Tewas Kolam renang lokasi mahasiswa IPB tewas. (Farhan/detikcom)
Bogor - Mahasiswa Institut Pertanian Bogor (IPB), Timotius Rinanda, tewas saat berenang di kolam renang Tirta Kencana Bogor. Pengelola kolam renang menyebut Timotius datang dan berlatih renang bersama teman-teman dan seniornya.

"Mereka datang pagi-pagi, sekitar jam 07.00 WIB. Ada sekitar 40-an orang yang datang ke sini. Saya tahu itu mahasiswa. Kan saya juga kenal ada seniornya atau siapa gitu yang sering ke sini, datang bareng mahasiswa-mahasiswa itu," kata Wati, pengelola kolam renang Tirta Kencana, saat ditemui detikcom, Jumat (20/10/2017).

"Seniornya yang sering ke sini latihan menyelam, latihan diving," tambahnya.



Wati mengaku tidak tahu-menahu soal kronologi kejadian yang dialami Timotius. Ia hanya mengetahui kejadian ketika Timotius sedang dibawa teman-temannya sekitar pukul 11.00 WIB.

"Saya sempat tanya, mereka bilang itu dia (Timotius, red) cuma pingsan katanya. Terus dibawa ke rumah sakit, saya nggak tahu lagi bagaimana kejadiannya," kata Wati.

Sementara itu, Jamal (22), anak kandung Wati yang saat kejadian bertugas menjaga loket di kolam renang Tirta Kencana, menyebut ia sempat menanyakan siapa pelatih atau mentor para mahasiswa itu. Namun, katanya, para mahasiswa tersebut mengaku tidak memiliki mentor atau pelatih.

"Mereka bilang nggak ada mentornya, maksudnya kan supaya ada yang tanggung jawab. Mereka jawab nggak ada mentor, padahal saya tahu itu pasti ada. Kan saya sempat lihat mereka dikumpulin terus dikasih pengarahan. Kalau bukan mentor atau senior, terus siapa itu yang kasih pengarahan ke mahasiswa itu," kata Jamal.



Kolam renang Tirta Kencana merupakan kolam yang berada di lahan milik pribadi orang tua Wati. Awalnya, kolam tersebut dibangun hanya untuk keluarga. Di tengah perjalanan, kolam tersebut juga sempat dijadikan lokasi untuk pemancingan umum.

"Kalau dibangunnya sejak tahun 2000, pas krisis itu. Dibangun buat pribadi, buat keluarga. Terus jadi tempat pemancingan. Baru sejak sekitar 10 tahun lalu ini jadi kolam renang lagi. Kita butuh biaya perawatan, makanya dibuka untuk umum, ada tiket masuknya," kata Wati.

Wati menyebut kolam renang milik keluarga itu memang kerap didatangi mahasiswa IPB untuk belajar berenang dan menyelam. Biasanya, kata Wati, mereka selalu didampingi senior-seniornya.

"Mahasiswa itu yang kelautan itu biasanya yang datang, latihan renang, latihan menyelam. Tapi kadang ada juga yang bukan mahasiswa, kalau anak-anak juga ada kalau Sabtu-minggu," katanya.
(imk/imk)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed