DetikNews
Kamis 12 Oktober 2017, 14:56 WIB

Kasihan, Orangutan di Aceh Dibacok karena Serang Warga

Agus Setyadi - detikNews
Kasihan, Orangutan di Aceh Dibacok karena Serang Warga Ilustrasi orangutan (Rengga Sancaya/detikcom)
Banda Aceh - Entah salah siapa, seekor orangutan dibacok warga di Pidie, Aceh. Menurut warga, orangutan ini menyerang mereka. Atau, manusia yang masuk ke habitat orangutan?

Seekor orangutan di hutan lindung Desa Pulo Baro, Kecamatan Tangse, Pidie, Aceh, dibacok pencari jernang, sejenis resin untuk bahan pernis. Satwa dilindungi tersebut diduga sempat merangkul dan menjepit seorang pencari jernang di ketiaknya.

"Salah seorang pencari jernang sempat menebas orangutan dengan parang sehingga mengenai lengan kanan dan dahi," kata Kapolsek Tangse Iptu Nurman Ali dalam keterangannya, Kamis (12/10/2017).

Keberadaan orangutan ini diketahui setelah dua kelompok masyarakat melihat primata tersebut dalam waktu berbeda. Pertama, dilihat oleh penjaring ikan di lokasi pada 4 Oktober sekitar pukul 14.00 WIB.

Ketika sedang pulang, delapan orang dalam satu kelompok tersebut tiba-tiba dikejutkan oleh kemunculan orangutan yang turun dari atas pohon. Primata tersebut sempat menghadang perjalanan warga. Merasa takut, mereka memilih melarikan diri.

Sementara itu, kelompok kedua bertemu dengan orangutan pada 6 Oktober sekitar pukul 20.30 WIB. Saat itu, dua pencari jernang bernama Dedy (20) dan Anwar (38) hendak pulang. Tiba-tiba seekor orangutan turun dari atas pohon dan menghadang mereka.

"Selanjutnya orangutan tersebut merangkul Anwar serta menjepit Anwar di bawah ketiaknya," jelas Kapolsek Nurman.

Dedy, yang berada di belakang, mencoba membantu. Dia lalu menebaskan parang sehingga mengenai pangkal lengan kanan orangutan. Namun, karena Anwar tak kunjung dilepas, Dedy kembali menghunuskan parang dan mengenai dahi binatang dilindungi tersebut.

"Setelah itu, baru orangutan tersebut melepaskan Anwar. Setelah lepas, Anwar bersama Dedy langsung melarikan diri dan pulang ke rumah," ungkap Nurman.

Setelah mendapat laporan terkait keberadaan orangutan, personel Polsek Tangse dan Koramil Tangse selanjutnya berkoordinasi dengan imam mukim Layan. Informasi tersebut kemudian disampaikan kepada Yayasan Orangutan Sumatera Lestari serta pihak Sumatera Orang Hutan Konservasi Pos Jantho Aceh Besar.

Pada Rabu (11/10) sekitar pukul 21.00 hingga 23.00 WIB kemarin, diadakan rapat koordinasi untuk mencari solusi. Dalam musyawarah tersebut diputuskan tim akan turun ke lokasi dalam waktu dekat.

"Kami mengimbau masyarakat untuk tidak mendekat ke lokasi," imbau Nurman.
(fay/tor)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed