detikNews
Senin 02 Oktober 2017, 07:07 WIB

Senjata SAGL Polri Masih Ada di Kargo Bandara Cengkareng

Hary Lukita Wardani - detikNews
Senjata SAGL Polri Masih Ada di Kargo Bandara Cengkareng Senjata Stand-alone Grenade Launcher (SAGL) yang diimpor Polri / Foto: Audrey/detikcom
Jakarta - Senjata SAGL yang diimpor oleh Polri masih berada di Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng. Security, Rescue, and Fire Fighting Senior Manager Bandara Soekarno-Hatta, Tommy Hadi Bawono mengatakan hal ini karena belum ada persetujuan dari pemerintah untuk pengambilannya.

"Dari informasi yang saya dapat, masih ada (di kargo di Bandara Soekarno-Hatta)," ujar Tommy saat dihubungi detikcom, Senin (2/10/2017).

Tommy memaparkan tidak ada mekanisme khusus untuk keluarnya suatu barang. Hanya saja kabarnya belum mendapat persetujuan dari pihak pemerintah.

"Sudah dari malam Sabtu. Ya normal saja (mekanismenya) kalau ada barang masuk, tapi sementara ini katanya karena belum ada persetujuan dari Pemerintah," jelas Tommy.


Ia tidak menjelaskan lebih rinci terkait persetujuan pemerintah yang dimaksud. Hanya saja menurutnya semua barang impor akan berhubungan dengan pihak bea cukai.

"Itu nanti biasanya kalau barang masuk melalui bea cukai. Hubungannya dengan bea cukai," tuturnya.

Untuk pengamanan sendiri, Tommy mengatakan senjata tersebut diamankan oleh personel BKO Polri. "Kalau pengamanan sudah dilakukan sama pihak BKO-nya," ucap Tommy.



Sebelumnya Polri membenarkan adanya impor senjata untuk Korps Brimob yang diimpor dari PT Mustika Duta Mas yakni Arsenal Stand Alone Grand Launcher (SAGL). Selain senjata, Polri mengimpor sekitar 5.000 butir peluru.
(lkw/rna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com