DetikNews
Sabtu 23 September 2017, 03:22 WIB

Bejat! Pria di Riau ini Perkosa Anak Kandungnya Sejak 2013

Chaidir Anwar Tanjung - detikNews
Bejat! Pria di Riau ini Perkosa Anak Kandungnya Sejak 2013 Foto: Luthfy Syahban
Pekanbaru - Sungguh malang nasib ABG usia 16 tahun warga Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), Riau. Sejak tahun 2013 dia diperkosa oleh ayahnya sendiri dan baru terungkap sekarang.

Kapolres Inhu, AKBP Arif Bastari mengungkapkan hal itu kepada wartawan, Jumat (22/9/2017). Arif menjelaskan, tersangka pemerkosaan berinisial RI (59) kini sudah diamankan pihak kepolisian.

"Kasus ini terbongkar setelah korban tak tahan melihat perangai orangtuanya dan melaporkan ke pamannya. Atas pengakuan korban, pamannya akhirnya melaporkan kasus perkosaan itu ke Polsek Peranap," kata Bastari.

Dari pengakuan korban yang masih duduk di SMP itu, terakhir kali bapaknya memperkosa pada 18 September 2017 sekitar pukul 23.00 WIB.

"Korban mengaku saat tidur di kamarnya didatangi bapaknya. Malam itu korban diperkosa," kata Arif.

Setelah kasus ini dilaporkan ke pihak kepolisian, kata Arif, barulah terbongkar bahwa kasus perkosaan ini pertama kalinya dilakukan tersangka RI (59) pada tahun 2013. Korban tidak mengingat lagi kapan persisnya perbuatan biadab itu dilakukan bapaknya.

Korban hanya mengingat, lanjut Arif, bahwa pertama kali terjadi juga dilakukan pada tengah malam. Korban terbangun dari tidurnya dan melihat ada bercak merah di seprai. Awalnya korban bingung siapa gerangan yang sudah melakukan perbuatan bejat tersebut.

"Tapi malam itu korban keluar dari kamarnya untuk melihat siapa gerangan yang baru masuk ke kamarnya. Korban mengaku kalau melihat bapaknya baru keluar dari kamar mandi," kata Arif.

Mengetahui hal itu, lanjut Arif, korban hanya diam saja. Padahal saat itu, korban statusnya bersekolah jauh dari rumahnya, yakni di Taluk Kuantan, Kabupaten Kuansing. Rupanya kepulangan korban ke rumah orangtuanya justru malapetaka yang didapat.

Perlakuan tidak senonoh lagi-lagi kembali terjadi. Pada tahun 2014, korban pindah sekolah dari Kabupaten Kuansing ke Kabupaten Inhu. Tinggal satu rumah dengan orangtuanya. Lagi-lagi bapaknya tetap melakukan perbuatan bejat tersebut setiap ada kesempatan.

"Setiap kali usai berbuat cabul pada anaknya, tersangka selalu berpesan untuk tidak memberitahukan kepada ibunya," kata Arif.

Tersangka juga selalu menjanjikan kepada korban, lanjut Arif, untuk membelikan HP dan sepatu baru atau barang lainnya yang diinginkan korban. Kelakuan sang bapak terus berlanjut hingga pada akhirnya kasus ini terungkap.

"Tak tahan bertahun-tahun menjadi korban pencabulan, korban akhirnya angkat suara ke bibi dan pamannya. Kasus ini masih diproses lebih lanjut," tutup Arif.


(cha/jor)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed