DetikNews
Senin 18 September 2017, 07:17 WIB

Cerita Saksi Mata Gedung LBH Jakarta Dikepung: Mencekam dan Chaos

Aditya Mardiastuti - detikNews
Cerita Saksi Mata Gedung LBH Jakarta Dikepung: Mencekam dan Chaos Massa berdiri di depan pagar Gedung LBH Jakarta (Foto: Ahmad Bil Wahid/detikcom)
Jakarta - Ketua Bidang Advokasi YLBHI Muhammad Isnur mengatakan suasana terasa mencekam ketika kantor mereka dikepung massa. Teriakan-teriakan massa berisi ancaman membuat ratusan orang yang berada di dalam gedung sangat khawatir dan panik.

"Suasana sangat mencekam karena teriakan-teriakan ancaman itu sangat mengerikan, bahasanya sudah 'ganyang, bunuh, halal darah'. Kami juga khawatir polisi tidak sanggup menangani karena mereka berupaya melompat-lompat pagar, (lemparan) batu masuk ke dalam, botol-botol masuk ke dalam, ada beberapa kaca gedung yang pecah," kata Isnur ketika dihubungi Senin (18/9/2017).



Isnur memang tak berada di dalam gedung. Saat kejadian berlangsung dia berada di luar gedung dan mengamati langsung amarah dan ancaman massa yang dilontarkan kepada teman-temannya yang berada di dalam Gedung LBH Jakarta-YLBHI.

"Sangat chaos, jadi memang massa terlihat brutal, terlihat emosional, tidak bisa terkendali dan tidak mendengarkan kepolisian, sebagian juga melawan (polisi)," paparnya.



Isnur selalu berkoordinasi dengan rekannya yang berada di dalam gedung. Banyak di antara mereka yang stres dan ketakutan, bahkan ada pula yang pingsan.

"Mereka berkooridnasi dengan kami, melaporkan kepada kami, rata-rata mengalami stress dan ketakutan. Sempat ada yang pingsan, ada yang kepalanya sakit, kelelahan semuanya, ketakutan pada tidak tahu berbuat apa. Karena yang di dalam itu khawatir sekali pagar itu akan jebol," tuturnya.



Dia juga mendapat laporan ada juga yang mengalami luka akibat peristiwa tersebut. Hanya saja, dia belum bisa merinci berapa jumlah korban.

"Iya, dapat laporan ada yang terluka, kami belum dapat datanya, yang jelas saya sih melihatnya banyak polisi juga terluka," ucap Isnur.

Dia menyesalkan adanya pihak yang memfitnah dan menggerakkan massa sehingga menjadi emosional. Isnur sedih karena massa banyak termakan berita bohong yang menyesatkan tentang acara 'Asik Asik Aksi'.

"Kalau saya melihatnya ada yang menggerakkan, kami mendapat bukti memang ada yang memfitnah, menggerakkan, ada yang menginstruksikan. Massa termakan berita bohong, propaganda yang menyesatkan sehingga berdatangan, ketika di lokasi polisi menjelaskan tidak ada, mereka melihat, mengawasi tidak ada yang mereka (massa) maksud (terkait PKI atau komunis). Ada yang sebagian yang pulang namun ada yang pula melawan (polisi)," tuturnya.

Pada sore hingga malam tadi, LBH Jakarta dan YLBHI menggelar acara "Asik Asik Aksi: Indonesia Darurat Demokrasi". Acara itu sebagai bentuk protes atas kegiatan diskusi tentang Sejarah 65 yang dilakukan di Gedung YLBHI, yang dianggap dihentikan paksa oleh pihak Kepolisian.

Namun, sejumlah massa menduga kegiatan itu terkait PKI atau komunis. Mereka mengepung dan menutup akses keluar Gedung LBH Jakarta. Pihak LBH Jakarta dan kepolisian sudah membantah kegiatan itu terkait PKI atau komunis. Namun, sejumlah massa emosional dan mulai terjadi bentrokan dengan kepolisian.



(ams/ams)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed