DetikNews
Kamis 14 September 2017, 07:21 WIB

Klaim Bos First Travel: Bingung Ada Duit 7 M Sampai Tas Hermes KW

Audrey Santoso - detikNews
Klaim Bos First Travel: Bingung Ada Duit 7 M Sampai Tas Hermes KW Foto: Dok. Instagram @anniesahasibuan
Jakarta - Polisi melakukan pemeriksaan lanjutan terhadap sejoli Bos First Travel Andika Surachman dan Anniesa Hasibuan serta adik mereka, Kiki Hasibuan. Polisi melakukan konfirmasi kepada Andika dan Anniesa seputar harta benda mereka yang telah disita.

Sejak awal menangani kasus dugaan penipuan dan penggelapan dana calon jemaah umroh First Travel, polisi telah menyegel beberapa properti, menyita beberapa mobil dan puluhan rekening bank milik Andika-Anniesa-Kiki. Tak luput dari jamahan petugas, aksesoris-aksesoris mewah Anniesa.

Pengacara para tersangka First Travel, Deski, mengungkapkan sepenggal materi pemeriksaan kliennya oleh penyidik yaitu tentang uang Rp 7 miliar yang ditemukan PPATK, kepemilikan perusahaan-perusahaan dan tas merek Hermes milik Anniesa.



"PPATK bilang ditemukan Rp 7 miliar, Pak Andika bingung dapat dari mana (uangnya). Dia juga bilang nggak tahu dapat dari mana itu," kata Deski kepada wartawan di Bareskrim Polri, gedung Kementerian Kelautan dan Perikanan, Jalan Medan Merdeka Timur, Jakarta Pusat, Rabu (13/9/2017).

Deski malah mencuatkan dugaan terjadinya kebocoran dana selama First Travel melakukan kegiatan operasionalnya.

"Misalnya ada pembocoran di pemberian tiket ganda, misalnya berangkat hari ini tapi tiketnya besok, jadi terbakar itu. Yang kedua, di hotel-hotel yang gagal diberangkatkan, uangnya ke situ, nambah ke situ. Karyawan juga lagi diselidiki apa ada kebocoran di situ," papar Deski.


Barang bukti lain yang juga dikonfirmasi yakni dokumen-dokumen perusahaan, dokumen properti, transaksi keuangan. Penyidik sebelumnya menyegel 8 perusahaan dan menyita 5 mobil yang diketahui dikuasai para tersangka. Kepada polisi, Deski menyampaikan, kliennya mengaku tadinya berencana membangun beberapa perusahaan baru.

"Perusahaan ada 3 ini milik siapa? Tapi masih satu kantor. Itu perusahaan baru mau dibikin tapi belum berjalan legalitasnya, tadi ditunjukin surat dokumennya," cerita Deski.

Deski kemudian menyampaikan masalah tas Hermes, Anniesa berkata tas itu berkualitas aspal alias palsu alias tas KW. Maka tak pelak akan timbul pertanyaan, mungkinkah seorang Anniesa Hasibuan yang memiliki label sosialita dan desainer kelas internasional memakai tas Hermes KW?

"Tas Hermes, satu milik Anniesa, tapi itu KW. Katanya (Anniesa) beli via online (dari) Hong Kong (seharga) di bawah Rp 5 juta. Ada surat-suratnya memang, barang KW juga ada suratnya," ujar Deski.


Sementara itu Andika yang ditemui usai menjalani pemeriksaan selama lebih dari 10 jam, mengatakan akan buka suara kepada wartawan tentang kasus yang menjeratnya. Sayangnya kesempatan itu belum datang, karena usai diperiksa, Andika langsung digiring oleh aparat untuk kembali ke hotel prodeo Rutan Bareskrim cabang Polda Metro Jaya.

"Nantilah kalau ada kesempatan saya akan bicara," kata Andika sambil tersenyum kecil kemarin malam.

Sedangkan Anniesa hanya mengacungkan jempol dengan kondisi tangan terborgol ketika wartawan mencoba mewawancarainya.

Kasus First Travel ditangani oleh Direktorat Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri pada awal Agustus 2017 lalu. Andika dan Anniesa resmi menjadi tahanan pada Kamis (10/8). Keduanya sudah menjadi tersangka sejak Selasa (8/8) malam. Keduanya ditangkap usai jumpa pers di Kemenag pada Rabu (9/8).

Menyusul sang kakak dan iparnya, Kiki Hasibuan ditangkap dan langsung ditahan pada 18 Agustus. Pemilik nama asli Siti Nuraidah itu diduga turut membantu menggelapkan dana jemaah dengan jabatannya sebagai Komisaris sekaligus Direktur Keuangan First Travel.
(aud/nvl)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed