DetikNews
Kamis 14 September 2017, 00:37 WIB

Bantuan untuk Rohingya Diserahkan Melalui Pemerintah Bangladesh

Agus Setyadi - detikNews
Bantuan untuk Rohingya Diserahkan Melalui Pemerintah Bangladesh Foto: Biro Pers - Setpres
Jakarta - Bantuan dari Indonesia untuk pengungsi Rohingya akan disalurkan melalui pemerintah Bangladesh. Pesawat yang membawa bantuan akan terbang dari Aceh ke Bangladesh dalam dua gelombang.

"Kita sudah lakukan koordinasi semuanya. Tim pendahulu juga sudah dikirim ke sana (Bangladesh)," kata Direktur Tanggap Darurat BNPB Junjungan Tambunan kepada wartawan di Lanud Sultan Iskandar Muda, Blang Bintang, Aceh Besar, Aceh, Rabu (13/9/2017).

Pesawat Hercules milik TNI AU yang membawa bantuan akan lepas landas dari Lanud Sultan Iskandar Muda, Aceh pada Kamis (14/9). Perjalanan ke Bandara Chittagong diperkirakan butuh waktu sekitar 4 jam.

Sesampai di sana, bantuan dibongkar dari pesawat dan kemudian diserahkan ke Kedutaan Besar Indonesia di Bangladesh. Setelah itu, pihak Kedutaan menyerahkannya kepada pemerintah Bangladesh. Distribusi bantuan kepada para pengungsi nantinya akan dilakukan pemerintah Bangladesh.

Bantuan yang diserahkan pemerintah Indonesia ini antara lain shelter untuk penampungan, beras, serta kelengkapan lainnya, termasuk makanan siap saji, family kit, sandang, dan selimut. Bantuan tahap pertama ini disalurkan sebagai tindak lanjut atas kunjungan Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi ke Bangladesh beberapa waktu lalu.

"Yang kita bantu ini kebutuhan dasar yang sifatnya sangat mendesak. Bantuan inilah yang kita geser," jelas Junjungan.

Pihak Kedutaan Besar Indonesia di Bangladesh akan mengawasi penyaluran bantuan sehingga penerimanya tepat sasaran.

"Kedutaan yang akan memonitor apakah ini sesuai peruntukan dan harapan kita, termasuk pengungsi. Ini akan termonitor oleh kita sekalian," ungkap Junjungan.

Pesawat yang mengangkut bantuan ke Bangladesh berjumlah empat unit. Namun pesawat itu terbang dalam dua gelombang, yaitu masing-masing dua pesawat. Hal ini dilakukan karena bandara tujuan hanya mampu menampung beberapa pesawat.

"Gelombang pertama insyaallah, kalau tidak ada aral melintang dan cuaca bagus, kita rencana start engine pukul 05.45 WIB. Dan pukul 06.00 WIB sudah take off," kata Dansatgas Civic Mission Indonesia Marsma TNI Nanang Santoso.
(nvl/nvl)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed