DetikNews
Rabu 06 September 2017, 17:03 WIB

FPI Galang Relawan Bela Rohingya, Komisi I DPR Khawatir

Hary Lukita Wardani - detikNews
FPI Galang Relawan Bela Rohingya, Komisi I DPR Khawatir Foto: ANTARAFOTO/Basri Marzuki
Jakarta - Front Pembela Islam (FPI) berencana mengirim relawan ke Myanmar terkait krisis yang terjadi di Rakhine State. Wakil Ketua Komisi I DPR RI Meutya Hafid mengimbau masyarakat Indonesia yang ingin pergi ke Myanmar untuk membantu warga Rohingya bisa menahan diri.

"Saya khawatir kalau ke sana nanti akan justru membahayakan yang berangkat karena kita belum tahu keamanannya seperti apa," ujar Meutya di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (6/9/2017).

Selain itu, Meutya khawatir kedatangan warga negara Indonesia malah membuat suasana semakin panas sehingga mengakibatkan hal yang tidak diinginkan.

Baca Juga:
FPI di Daerah Buka Pendaftaran Kirim Relawan Bantu Rohingya

"Kedua, khawatir membuat suasana di sana semakin memanas. Kalau memanas, kita khawatir warga Rohingya yang justru kita ingin selamatkan dan minta perlindungan kepada pemerintah malah jadi sebaliknya," jelas politikus Golkar ini.

Meutya meminta masyarakat yang ingin membantu warga Rohingya mempertimbangkan bentuk dan sarananya. Jangan sampai solidaritas dengan niat baik justru malah menjadi langkah yang salah.

[Gambas:Video 20detik]

"Tapi tentu solidaritas tidak boleh membahayakan diri kita dan warga Rohingya-nya. Jangan sampai ketika datang justru malah membuat langkah yang kurang cermat dan membuat kesulitannya semakin bertambah," tutur Meutya.

Sebelumnya, Ketua Bidang Bela Negara dan Jihad FPI Abdul Qodir Aka mengatakan anggota FPI di daerah sudah mewacanakan hal tersebut.

"Ini inspirasi dari teman daerah, wilayah. Cuma di pusat ini kita baru musyawarahkan untuk aksi besok di Kedubes Myanmar. Kita hanya baru mendukung apa yang mereka wacanakan, inisiasikan, pendaftaran. Seperti itu," kata Abdul Qodir ketika dihubungi detikcom, Senin (4/9) malam.

Baca Juga:
Melihat Posko Pendaftaran FPI untuk Jihad ke Myanmar

Dia mengatakan aspirasi tersebut telah dinyatakan anggota FPI dari beberapa daerah, yakni Banten, Aceh, Pasuruan, dan Riau. Anggota dari daerah tersebut telah mempersiapkan diri.

Abdul Qadir mengatakan FPI dari daerah tersebut sudah membuka pendaftaran kepada anggota yang bersedia berangkat ke Myanmar. Dia mengatakan pemberangkatan itu akan dilakukan jika krisis kemanusiaan yang terjadi tak kunjung berakhir.

"Betul, betul. Kalau tidak berhenti-henti kasusnya, terus-terusan. Dan apalagi ini kan sudah berulang," tuturnya.
(lkw/elz)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed