DetikNews
Minggu 20 Agustus 2017, 00:49 WIB

Penjelasan Agen Haji PUW Soal Dugaan Tipu Calon Jemaah Rp 142 juta

Jabbar Ramdhani - detikNews
Penjelasan Agen Haji PUW Soal Dugaan Tipu Calon Jemaah Rp 142 juta Andi Besse saat melapor ke Bareskrim bersama pengacaranya (Foto: Jabbar Ramdhani/detikcom)
Jakarta - Seorang calon jemaah haji asal Makassar, Sulawesi Selatan, bernama Andi Besse Indah melaporkan agen penyelenggaraan haji Prima Unggul Wisata ke Bareskrim Polri. Dia merasa ditipu agen PUW karena tak kunjung diberangkatkan ke tanah suci padahal sudah membayar Rp 142 juta.

Terkait pelaporan tersebut, pihak agen mengatakan tidak pernah menipu dan mengambil uang Andi Besse. Laporan Andi disebut terlalu dini kalau disebut penggelapan.

"Terlalu dini mengatakan penipuan dan penggelapan. Penggelapannya, Andi Besse, kami tidak pernah ambil uangnya. Kan tidak menipu Andi Besse," kata Humas Prima Unggul Wisata, Salahuddin saat dihubungi detikcom, Sabtu (19/8/2017).

Dia mengatakan pihaknya tidak pernah berkomunikasi dengan Andi Besse. Mereka menolak jika disebut mengambil ongkos biaya haji dari Andi Besse.

"Kami dari awal itu tidak pernah berhubungan dengan Andi Besse. Jadi kami sama sekali dari Travel Prima Unggul pernah mengambil uang Andi Besse Rp 142 juta," ujarnya.

Salahuddin mengatakan, ongkos haji tersebut dibayarkan oleh menantu Andi Besse. Pihak agen dan menantu Andi Besse sempat membuat perjanjian tertulis terkait pemberangkatan haji Andi Besse.

Dalam perjanjian hitam di atas putih tersebut, keduanya sepakat untuk mengembalikan ongkos haji bila dokumen haji Andi Besse tidak terbit.

"Yang membayarkan itu adalah menantunya. Ini Andi Besse hanya dapat hadiah dari menantunya. Dan menantunya sekarang, 3 orang itu sudah ada di Mekah," ujarnya.

"Kemudian kami ada perjanjian dengan menantunya. Kalau mertuanya tidak keluar berkas karena terakhir masuk, uangnya dikembalikan 100 persen. Ada perjanjian itu," tambah dia.

Salahuddin mengatakan sebelumnya Prima Unggul Wisata tak pernah mengeluarkan surat perjanjian seperti itu kepada calon jemaah lain. Surat perjanjian dibuat karena menantu Andi Besse pernah tertipu oleh agen serupa.

"Sebenarnya kami tidak pernah mengeluarkan perjanjian begitu sebelumnya, hanya kuitansi pembayaran saja. Akan tetapi menantu dari Andi Besse waktu itu minta, ya kami buatkan karena menantu Andi Besse pernah ditipu oleh travel yang mengurus sebelumnya," kata dia.


Salahuddin mengatakan surat perjanjian itu dipegang oleh menantu Andi Besse. Pihaknya tak memiliki salinan perjanjian tersebut.

Dia mengatakan Andi Besse tidak pernah mengetahui adanya perjanjian tertulis itu. Pihak agen juga mengontak menantu Andi Besse yang sudah berada di Arab Saudi.

"Andi Besse tidak ada sama sekali tahu itu ada tanda tangan di situ. Makanya tolong, kalau memang, Andi Besse tolong konfirmasi. Bisa lah kita kalau balikin ini. Kalau Andi Besse ada kwitansi ke kami," ujarnya.

"Sementara menantunya, sekeluarga dengan anaknya sendiri yang ada di Mekah tidak keberatan dan kami sudah komunikasi. Dia juga kaget kok bisa orang tuanya permasalahkan ini. Sementara kita sudah ada perjanjian," tambah dia.

Menurut Salahuddin, persoalan Andi Besse muncul karena visa untuk Andi Besse berangkat haji belum keluar karena berkasnya masuk yang terakhir. Hal ini menyebabkan Andi Besse tak dapat berangkat ke Mekah.

Sementara, untuk menantu Andi Besse sendiri, Salahuddin mengatakan pengurusan haji dilakukan sejak setahun lalu.

Terkait visa, Salahuddin mengatakan pihaknya memberikan visa haji kepada para jemaah. Dia meminta Andi Besse menunjukkan visa wisata yang dipakai oleh jemaah dari Prima Unggul Wisata.

"Kami menggunakan visa haji. Kalau Andi Besse mengatakan menggunakan visa wisata, mana buktinya visa wisata kalau ada. Kan tidak ada. Bukti visanya belum keluar dari yang kita uruskan. Sampai sekarang belum keluar," katanya.

Salahuddin mengatakan, penyelenggaraan haji dilakukan oleh banyak agen. Ada sekitar 80 jemaah yang berangkat dari konsorsium agen haji tersebut. Mereka semua tergolong haji plus.

"Kami konsorsium banyak, rombongan. Artinya tidak hanya Prima Unggul saja yang berangkatkan waktu itu. Total, khusus Prima Unggul ada 40 (jemaah). Kalau dengan teman-teman itu ada 80-an kalau tidak salah," tuturnya.

Sebelumnya diberitakan, Andi Besse lapor ke Bareskrim Polri. Atas peristiwa yang dialaminya, dia melaporkan pihak agen Prima Unggul Wisata atas dugaan penipuan dan penggelapan.
(jbr/rna)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed