DetikNews
Kamis 17 Agustus 2017, 00:53 WIB

Laporan Dari Madinah

Jemaah Heran Tak Terdata Imigrasi Setelah Berhari-hari di Madinah

Triono Wahyu Sudibyo - detikNews
Jemaah Heran Tak Terdata Imigrasi Setelah Berhari-hari di Madinah Foto:Kasi Pelayanan Kedatangan dan Pemulangan (Yanpul) Daker Madinah, M Syarif (Tri-detikcom)(Tri-detikcom)
Madinah - Lazimnya, tiap orang masuk negara lain harus melalui imigrasi. Termasuk para jemaah haji Indonesia. Anehnya, banyak jemaah tak terdata di imigrasi Bandara Amir Muhammad bin Abdul Aziz Madinah. Petugas haji dibuat repot.

Masalah tersebut terungkap saat jemaah hendak diberangkatkan ke Mekah. Pemberangkatan ke Mekah ini dimulai pada Sabtu, 6 Agustus dan dijadwalkan berakhir pada 20 Agustus. Berdasarkan data Sistem Informasi dan Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat), sampai hari ini, Rabu (16/8/2017), 66 ribu jemaah sudah bergeser ke Makkah. Masih ada 50-an ribu di Madinah.

Jemaah Heran Tak Terdata Imigrasi Setelah Berhari-hari di MadinahFoto: Jemaah haji Indonesia tiba di Bandara di Madinah (Tri-detikcom)


Kepala Seksi Pelayanan Kedatangan dan Pemulangan (Yanpul) Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi Daerah Kerja (Daker) Madinah, M Syarif, mengatakan tiap hari, paling tidak ada 3-5 jemaah yang paspor dan identitasnya tidak terekam di imigrasi. Hal ini disampaikan muassasah (penyelenggara haji Saudi) dalam proses pengecekan dokumen.

"Mau tidak mau harus melakukan perekaman ulang, jemaah dibawa ke bandara," jelas Syarif.

Proses itu tidak mudah. Petugas harus mencari satu per satu jemaah ke hotel, kemudian membawanya ke Bandara Madinah. Yang membuat repot, kadang jemaah tak ada di hotel.

"Pas didatangi di hotel, biasanya malam hari, jemaah di masjid. Jadi memang repot, harus bolak-balik. Paling tidak butuh waktu 3 hari menyelesaikannya," jelas pria yang akrab disapa Aris ini.

Syarif tidak mengetahui detail mengapa jemaah sampai tidak terekam datanya saat melewati imigrasi bandara. Padahal, seharusnya mereka tak bisa keluar jika tak menyelesaikan tahapan pengecekan keimigrasian seperti scan paspor, sidik jari, dan foto diri.

Karena keberangkatannya tertunda, jemaah yang tak terekam di imigrasi akhirnya diberangkatkan ke Mekah dengan rombongan jemaah lain.

Masalah lain, beberapa petugas haji yang mendampingi jemaah kadang salah paham soal paspor. Seharusnya paspor mereka tak perlu diserahkan ke muassasah karena terkait pembayaran biaya transportasi. Model pembayaran jemaah dan petugas berbeda.

"Kadang petugas miskomunikasi. Saat muassasah minta paspor jemaah dikumpulkan di tas sebelum bus berangkat ke Mekah, petugas ikut menaruh di tas. Jadi paspornya tercampur dengan jemaah. Efeknya petugas tak ikut diberangkatkan," urainya.

Jemaah diberangkatkan dari Madinah ke Mekah dengan menggunakan bus. Mereka dijemput ke hotel, kemudian dibawa ke Bir Ali, tempat miqat (berniat umrah dan haji serta berihram) yang berjarak 9 kilometer dari Kota Madinah. Di tempat tersebut, pengecekan dokumen dilakukan. Yang bermasalah akan ditinggal dan dikembalikan ke hotel atau kantor Daker Madinah. Pengecekan ulang dilakukan sebelum jemaah masuk Mekah.
(try/rvk)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed