DetikNews
Minggu 13 Agustus 2017, 23:59 WIB

Jokowi ke Muhammadiyah: Jangan Sampai Keislaman Tergerus Zaman

Ray Jordan - detikNews
Jokowi ke Muhammadiyah: Jangan Sampai Keislaman Tergerus Zaman Presiden Jokowi di Jember. (Yakub Mulyono/detikcom).
Jember - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengingatkan perubahan dunia begitu cepat. Untuk itu harus diwaspadai jangan sampai budaya asing masuk dan menginfiltrasi budaya Indonesia.

Hal itu disampaikan Jokowi saat memberikan kuliah umum di Universitas Muhammadiyah Jember, Minggu (13/8/2017). Jokowi mengingatkan mahasiswa untuk dapat mengantisipasi hal tersebut.

"Saya titip terutama kepada PP Muhammadiyah, baik yang ada di cabang Jember maupun secara umum di seluruh Indonesia, perubahan-perubahan ini perlu diantisipasi. Jangan sampai nilai-nilai keindonesiaan dan keislaman kita tergerus gara-gara kita tidak siap mengantisipasi," kata Jokowi.

Jokowi mengatakan, perubahan global terjadi di hampir semua lini kehidupan. Mulai dari internet, proses pembayaran, transportasi, hingga pengelolaan ruang angkasa. Jika tidak disadari dengan cepat, Indonesia akan tertinggal dari negara lain.

"Perubahan sangat cepat sekali. Kita harus menyadari itu, kalau tidak disadari kita bisa ditinggal terutama menyadarkan sumber daya manusia yang kita miliki," katanya.

Di bidang transportasi, Jokowi mengatakan negara lain telah memiliki alat yang lebih maju dan modern. Sedangkan Indonesia, saat ini baru memulai pembangunan.

"Kita? Baru proses membangun MRT, LRT. Baru akan memulai kereta cepat, itu ramai. Ramai belum dimulai, sudah dua tahun," katanya.

Di dunia pendidikan, Jokowi menilai kurikulum pendidikan yang ada masih monoton dan tidak mengikuti perkembangan zaman. Untuk itu Jokowi berharap Universitas Muhammadiyah Jember bisa menjadi pelopor inovasi perguruan tinggi di Indonesia.

"Seharusnya fakultas yang ada disesuaikan dengan perkembangan saat ini, seperti membuka fakultas manajemen toko online, fakultas animasi, fakultas electronic sport dan juga fakultas video," katany.

"Perguruan tinggi juga harus berani mengubah, Universitas Muhammadiyah Jember juga harus berani mengubah. Kalau Universitas Muhammadiyah Jember memulai, universitas yang lain ditinggal nanti," tambah mantan Gubernur DKI Jakarta ini.


(jor/dnu)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed