DetikNews
2017/07/20 13:51:11 WIB

Beda dari Tuntutan, Sederet Nama Anggota DPR Lenyap di Vonis e-KTP

Rina Atriana, Faieq Hidayat - detikNews
Halaman 1 dari 3
Beda dari Tuntutan, Sederet Nama Anggota DPR Lenyap di Vonis e-KTP Ilustrasi sidang e-KTP (Foto: dok detikcom)
Jakarta - Deretan nama disebut majelis hakim turut menikmati uang korupsi proyek e-KTP. Hanya saja, nama-nama itu banyak yang berbeda dari apa yang dibeberkan jaksa KPK dalam surat tuntutan maupun dakwaan.

Awalnya, majelis hakim Pengadilan Tipikor Jakarta menjelaskan tentang penerimaan uang yang didapatkan Irman dan Sugiharto. Majelis hakim menyebutkan Irman selaku mantan Dirjen Dukcapil Kemendagri menerima uang USD 300 ribu dari Andi Agustinus alias Andi Narogong. Selain itu Irman juga menerima USD 200 ribu berasal dari Sugiharto, mantan Direktur Pengelolaan Informasi dan Administrasi Ditjen Dukcapil Kemendagri.

"Terdakwa 2 Sugiharto, (menerima) uang sebesar 30 ribu USD yang berasal dari Paulus Tannos (Dirut PT Sandipala Arthaputra), dan uang 20 ribu USD berasal dari Johannes Marliem. Sebagian uang tersebut kemudian dibelikan Honda Jazz," kata hakim anggota Anwar saat membacakan analisa yuridis dari unsur dengan tujuan menguntungkan diri sendiri, orang lain dan/atau korporasi dalam sidang di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Jalan Bungur Besar Raya, Jakarta Pusat, Kamis (20/7/2017).

Selain itu, hakim Anwar juga menyampaikan pihak-pihak lain yang disebut menerima aliran dana korupsi e-KTP. Hanya saja, nama-nama itu menyusut bila dibandingkan dengan tuntutan yang dibikin jaksa KPK. Sebagian besar nama-nama itu seolah 'hilang' seperti Gamawan Fauzi, Anas Urbaningrum, Olly Dondokambey, Agun Gunandjar, Yasonna Laoly, Ganjar Pranowo, dan masih banyak lagi.

Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed