DetikNews
Sabtu 15 Juli 2017, 00:07 WIB

Perjuangan AKP Ocha Tengkurap 4 Jam Mengintai Gembong 1 Ton Sabu

Mei Amelia R - detikNews
Perjuangan AKP Ocha Tengkurap 4 Jam Mengintai Gembong 1 Ton Sabu AKP Ocha (Amel/detikcom)
Jakarta -

AKP Rosana Albertina Labobar adalah satu-satunya Polwan dari 35 anggota tim yang terlibat dalam pengungkapan 1 ton sabu di Pantai Anyer, Serang, Banten. Selama satu setengah bulan penyelidikan, banyak cerita menarik yang tak bisa ia lupakan.

Polwan yang akrab disapa Ocha ini paling depan berhadapan dengan sindikat narkoba jaringan Taiwan. Wakasat Narkoba Polresta Depok ini pun harus tengkurap selama 4 jam untuk mengintai aktivitas jaringan narkoba.

"Saya masuk ke Hotel Mandalika itu sekitar jam sebelas malam dan barang (sabu) baru turun dari kapal itu sekitar jam tiga pagi. Selama empat jam itu saya tengkurap," kata Ocha saat berbincang dengan detikcom, di Metro Kopitiam Polda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (14/7/2017).

Ocha sudah memasuki kawasan Hotel Mandalika begitu empat WN Taiwan datang. Ia ditemani anggotanya, Bripka Masyuri atau Mike, mengintai pergerakan keempat tersangka di semak belukar.

"Saya paling depan saat itu dan posisi saya sekitar 30 meter dari mobil target yang berada di bibir pantai bekas Hotel Mandalika," ucapnya.

Ocha adalah kepala tim lidik (penyelidikan) di tim gabungan yang dipimpin oleh Kombes Nico Afinta dan Kombes Herry Heryawan itu. Sebagai kepala tim lidik, ia bertugas mengintai pergerakan sindikat tersebut.

Perjuangan AKP Ocha Tengkurap 4 Jam Mengintai Gembong 1 Ton SabuAKP Ocha (Amel/detikcom)


"Saya memilih lokasi mengintai itu di semak-semak dengan ilalang sekitar setengah meter. Itu cukup tinggi karena saya harus tengkurap biar nggak ketahuan mereka," imbuh Polwan kelahiran Ambon, 19 Oktober 1986, itu.

Selama empat jam, dia berdiam diri di semak belukar dengan posisi tengkurap. Ocha pun harus mengatur pergerakan agar pengintaiannya itu tidak diketahui target.

"Saya cuma bisa tengkurap dengan kepala mendongak agar bisa tetap memantau mereka. Kadang kalau pegal, saya hanya menundukkan kepala," lanjutnya.

Mantan Kanit Lantas Polres Kolaka ini ke lokasi tanpa membawa perbekalan atau baju ganti. Malam itu dia hanya mengenakan celana jins robek dan kaus.

"Lutut saya sampai merah-merah karena harus merayap dan itu pun harus pelan-pelan agar jangan sampai ilalangnya bergerak. Nyamuk gigit pun saya biarkan, karena takut ketahuan mereka," lanjutnya.

Dalam posisi tersebut, Ocha kesulitan bergerak. Bahkan untuk buang air kecil pun Ocha tidak bisa pergi ke WC.

"Ya saya kencing di situ saja, mau nggak mau. Kan nggak mungkin jongkok, jadi saya buang air kecil sambil tengkurap. Bersihkannya saja pakai air mineral saja ha-ha-ha...," ucap Ocha sambil tertawa.

Perjuangan AKP Ocha Tengkurap 4 Jam Mengintai Gembong 1 Ton SabuAKP Ocha (Amel/detikcom)


Bagi Ocha, penyelidikan itu menjadi pengalaman yang tak akan terlupakan. Segala pengorbanannya untuk memberantas jaringan narkoba pun terbayar dengan ditangkapnya jaringan tersebut.

"Ya saya lega karena akhirnya kita berhasil mengungkap jaringan ini. Ini semua berkat kerja keras tim, bukan hanya saya saja, karena kita satu tim," tutur lulusan Akpol 2007 itu.

Penyergapan pada Kamis (13/7) dini hari itu membuahkan hasil dengan tertangkapnya empat WN Taiwan plus 1 ton sabu. Keempat tersangka itu adalah Ling Ming Hui (ditembak mati), Chen Wei Cyuan, Liao Guan Yu, dan Hsu Yung Li, yang sebelumnya sempat kabur ketika disergap polisi.

Perjuangan AKP Ocha Tengkurap 4 Jam Mengintai Gembong 1 Ton SabuAKP Ocha (Amel/detikcom)

(mei/rvk)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed