DetikNews
Senin 10 Juli 2017, 15:56 WIB

Ralat Berita

GNPF: Kata Istri, Pembacokan Hermansyah Bermula dari Senggol Mobil

Syamsudhuha Wildansyah - detikNews
GNPF: Kata Istri, Pembacokan Hermansyah Bermula dari Senggol Mobil Ketua GNPF Bachtiar Nasir setelah membesuk Hermansyah, ahli IT yang jadi korban pembacokan. (Samsdhuha Wildansyah/detikcom)
Depok - Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Majelis Ulama Indonesia Bachtiar Nasir membesuk Hermansyah, ahli IT korban pembacokan yang saat itu dirawat di Rumah Sakit Hermina, Depok, Jawa Barat. Dia ditemani oleh juru bicara FPI yang juga tim advokasi GNPF, Munarman.

Bactiar menjelaskan kehadirannya membesuk Hermansyah karena kasus ini ramai di media sosial dan dikaitkan dengan status dia sebagai saksi ahli dalam perkara Habib Rizieq Syihab.

"Kehadiran saya karena di medsos ramai dan (Hermansyah) dikaitkan di masalah dia sebagai saksi (saksi ahli Habib Rizieq). Saya merasa berkewajiban ada di sini untuk melihat bagaimana sebenarnya," kata Bachtiar kepada wartawan di RS Hermina, Depok, Jawa Barat, Minggu (9/7/2017).

Kepada keluarga Hermansyah, Bachtiar pun sempat menggali informasi seputar peristiwa pembacokan tersebut. Berikut ini keterangan Ustaz Bachtiar Nasir kepada wartawan dalam dua kali kesempatan di RS Hermina Depok, Minggu (9/7/2017).

Pernyataan pertama diberikan sekitar pukul 16.00 WIB sebelum Bachtiar Nasir bertemu dengan keluarga Hermansyah.

Hermansyah saksi ahli untuk Habib Rizieq?
Iya, memang betul Pak Herman saksi ahli HRS dalam kasus HRS ya. Cuma untuk kasus hari ini saya belum tahu persisnya karena saya belum berjumpa langsung dengan keluarganya yang menjadi saksi langsung. Saya cuma baca dari Medsos. Tapi saya belum yakin dengan apa yang disampaikan sebelum bertemu dengan keluarga langsung. Sementara keluarga masih di TKP, di tol, dan baru di-BAP di Polres Jakarta Timur. Jadi saya tidak ingin berspekulasi. Mudah-mudahan setelah datang bisa kita clear-kan.

Dia (Hermansyah) sebagai apa?
Saksi ahli.

Apakah ada dugaan mengarah ke sana (Hermansyah sebagai saksi)?
Saya belum bisa berspekulasi karena kejadian di dalam tol dan ada senggol-senggolan dengan mobil lain dan nggak ada keterangan yang bisa membuat saya menjelaskan bahwa indikasi untuk itu.

Mengenai informasi bahwa Hermansyah sudah diikuti?
Ya, saya belum dengar langsung karena ini berdasarkan BAP yang cukup panjang. Belum tahu persisnya. Ini masalah sensitif.

Ada dugaan ada orang kuat yang bermain?
Belum tahu saya, karena selama ini belum ada indikasi sih. Karena kan komunikasi terus dengan saya.

Herman aktif nggak dalam organisasi MUI?
Di MUI tidak, tapi di kegiatan-kegiatan kasus kemarin sangat aktif. Dia kan yang menurut kami menguasai ilmu tentang dalam apa ya saya tidak tahu istilah dalam IT-nya dia memang sangat mengerti di bidangnya, terutama soal masalah penyadapan.

Semenjak jadi saksi ahli, apakah pernah ada omongan Pak Herman soal dia merasa terancam?
Sampai yang terakhir sebelum Lebaran nggak ada apa apa, dia cuma minta pendapat saya di WA-nya, "saya diminta menjadi saksi ahli apa menurut pendapat pa ustaz". Saya bilang silakan bertanya dulu ke lawyer supaya Anda jangan salah langkah, cuma itu saja.

Dia WA akan ditunjuk menjadi saksi ahli, minta pendapat saya, saya bilang tanya dulu ke lawyer supaya Anda jangan salah langkah. Menjadi saksi itu harus mengatakan apa yang dilihat, didengar, dirasakan. Kalau kamu salah bicara, jadi masalah juga nanti.

Ini saksi ahli yang di BAP apa bukan?
Nggak tahu, ya.

Sudah sempat memberikan keterangannya apa belum?
Kan sudah waktu di sini saja sih, kalau keterangan kan di Indonesia Lawyer Club, itu saja. Kalau di persidangan belum.


Pernyataan kedua disampaikan Bachtiar Nasir usai bertemu pihak keluarga.

Ceritanya bagaimana, Pak?
Istrinya lagi jalan, menuju pulang ke rumah, tiba-tiba mobil disenggol oleh mobil Jazz. Di depan kemudian diminta berhenti. Mobil itu masih maju terus, lalu ketika diminta berhenti, ada mobil sedan di belakang. Istrinya nggak tahu tiba-tiba ada sekitar 5 orang lebih tiba-tiba menuju mobil Pak Herman, lalu dipukul. Saya tanya ke dia ada benda tajam nggak? Dia nggak melihat. Tiba-tiba dipukul bagian kepala dan ditarik ke luar. Setelah itu dia nggak tahu apa lagi yang terjadi.

Ada barang hilang?
Belum ada, dan sekarang kasus masih ditangani oleh Polres Jakarta Timur karena TKP-nya di Jaktim hanya karena tinggalnya di Depok dan sekarang tinggal di sini dan dirawat di Hermina. Ya, makanya sempat ditangani dan dikawal oleh Polresta Depok.

Istrinya bagaimana?
Istrinya nggak apa-apa. Namanya Irina dari Ukraina dan baik-baik saja, agak schok.

Pak Ustaz melihat bagaimana?
Saya belum lihat ada indikasi seperti itu. Karena ceritanya masih ada senggolan. Kemudian dikejar, jadi masih seputar jalan raya.

Kehadiran Pak Bactiar di sini?
Kehadiran saya karena di medsos ramai dan dikaitkan masalah dia sebagai saksi. Saya merasa berkewajiban ada di sini untuk melihat bagaimana sebenarnya. Setelah saya tanya langsung masih seputar adanya senggolan mobil dan kemudian kejar-kejaran, baru kemudian terjadi pengeroyokan. Sampai di situ. Jadi ketika saya coba cari tahu, belum ada hubungannya dengan beliau sebagai saksi ahli

Di GNPF beliau di mana?
Beliau di media saja. Sebetulnya lepas saja. Nggak di kepengurusan, khusus cuma beberapa informasi yang beliau kuasai ya kita mendapatkan pengetahuanlah.

Ada pendampingan hukum dari GNPF?
Bersama saya ada Pak Munarman dari tim advokasi di GNPF, tapi alhamdulillah sejauh ini masih belum ada indikasi yang menunjukkan ke sana.


Artikel ini adalah ralat dari berita sebelumnya yang berjudul 'GNPF: Pembacokan Hermansyah Karena Aksi Saling Senggol Mobil'. Redaksi memohon maaf terkait kesalahan tersebut.
(erd/erd)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed