DetikNews
Senin 19 Juni 2017, 21:38 WIB

Rohadi: Pengacara Saipul Jamil Sering ke Ruang Hakim Ifa

Nur Indah Fatmawati - detikNews
Rohadi: Pengacara Saipul Jamil Sering ke Ruang Hakim Ifa Mantan panitera pengganti PN Jakarta Utara Rohadi kembali diperiksa di gedung KPK, Jakarta, Senin (19/6/2017). (Agung Pambudhy/detikcom)
Jakarta - PNS tajir, Rohadi, menyebut duit suap dari pengacara Saipul Jamil, Berthanatalia Ruruk Kariman, bukan inisiatif permintaannya. Menurutnya, nilai nominal duit berasal dari Berthanatalia.

"Tidak ada (saya) menyebut angka. Dari Berthanatalia angka itu," tegas mantan panitera pengganti Pengadilan Negeri Jakarta Utara (PN Jakut) Rohadi setelah diperiksa KPK di Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Senin (19/6/2017).

"Dengan sendirinya Bu Bertha sering bolak-balik ke ruangan Ibu Ifa. Hanya, saya dilarang oleh Pak Karel Tuppu untuk membawa hakim-hakim. Cukup di saya saja," imbuhnya.

Rohadi mengaku menyesal karena sebelumnya berbohong dengan menuruti kemauan hakim Pengadilan Tinggi Bandung Karel Tuppu, yang juga suami Bertha. Dia juga bicara soal duit pemberian pertama dari pengurusan perkara Saipul Jamil sebesar Rp 50 juta untuk biaya jalan-jalan hakim PN Jakut.

Menurut Rohadi, semuanya akan jelas jika KPK membuka rekaman CCTV saat Berthanatalia berkunjung ke rutan KPK, menemui dirinya. Ada dua pertemuan yang dimaksudnya.

"Hanya waktu ketemu di ruang kunjungan C1 (gedung KPK, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan), yang waktu itu bulan puasa. Yang kedua disampaikan waktu Idul Fitri di masjid yang sudah disiapkan oleh panitia kunjungan dari pihak KPK. Di situ diulangi tidak boleh menyebut atau membawa hakim," terang Rohadi meluruskan.

Ketua Pengadilan Negeri Sidoarjo Ifa Sudewi sebelumnya absen dari sidang Tipikor kasus dugaan suap dengan terdakwa Saipul Jamil pada Rabu (14/6) lalu. Terang saja Rohadi kecewa karena sudah beberapa kali Rohadi meminta dikonfrontasikan dengan Ifa.

"Saya mohon kehadiran Bu Ifa. Mohon kehadiran Bu Ifa di persidangan hari Rabu yang akan datang, biar kita sama-sama, di mana kebenaran itu. Jadi mohon (hadir) di persidangan," harap Rohadi.
(nif/fdn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed