DetikNews
Senin 19 Juni 2017, 20:05 WIB

Menilik Sekolah Berburu dengan Elang di Kazakhstan

Kiki Larasati - detikNews
Menilik Sekolah Berburu dengan Elang di Kazakhstan Foto: Kelas berkutchi di Desa Nura (Hilman/TRANS7)
FOKUS BERITA: Jazirah Islam 2017
Almaty - Almaty pernah menjadi ibukota Kazakhstan selama 6 tahun, sebelum dipindahkan ke Astana. Kota yang berada di areal pegunungan, di kaki bukit Trans-ili Alatau ini merupakan kota terbesar yang ada di negara Kazakhstan .

Jejak Uni Soviet juga banyak tertinggal di sini karena Almaty pernah menjadi pusat kekuasaan Uni Soviet sejak tahun 1918.

Menilik Sekolah Berburu dengan Elang di KazakhstanFoto: Almaty, kota terbesar di Kazakhstan (Hilman/TRANS7)


Berada di bawah kekuasaan Uni Soviet selama puluhan tahun tidak membuat Kazakhstan kehilangan jati diri mereka. Mereka terus melestarikan budaya dan tradisi, hingga meneruskan pada generasi muda. Dan sejak merdeka pada 1991, kehidupan beragama lebih bebas dijalankan termasuk bagi para muslim. Menjadikan Islam sebagai pedoman hidup mereka.

Budaya Kazakhstan kini telah kembali hidup, setelah puluhan tahun dipasung . Di area pedesaan, aura ini lebih terasa. Desa Nura menjadi tujuan pertama. Desa ini terletak di 120 kilometer di Tenggara Almaty.

Salah satu tradisi paling tua di Kazakhstan adalah berkutchi atau berburu dengan elang. Karena bentuk alam berupa daratan dan gunung, maka berburu dengan elang adalah cara paling tepat untuk bertahan hidup. Meski sudah modern, namun berkutchi masih dilakukan, tidak hanya oleh dewasa tapi juga anak-anak.

(Ketinggalan Jazirah Islam di TRANS7? Anda bisa tonton videonya di sini)

Nura merupakan desa paling tersohor di selatan Kazakhstan, sebagai tempat lahirnya berkutchi andal. Desa Nura dikelilingi oleh padang savana luas dan pegunungan Tien Shan, yang menjadi tempat ideal untuk bersarang burung elang.

Ketika zaman nomaden, berburu dengan elang digunakan untuk bertahan hidup , demi mendapat daging dan bulu penghanga. Namun sekarang, berkutchi dianggap sebagai olahraga bergengsi.

Menariknya, Desa Nura ini juga menjadi tempat lahirnya berkutchi junior, yang masih berusia belasan tahun. Seperti Bekasyl ini. Umurnya baru 12 tahun, dan dia sudah belajar selama 4 tahun. Bekasyl merupakan generasi ke-8 dalam keluarganya yang menjadi berkutchi.

Menilik Sekolah Berburu dengan Elang di KazakhstanFoto: Bekasyl dan elangnya (Hilman/TRANS7)


Meski masih belia, Bekasyl sangat mahir mengendalikan elangnya. Ia sering memenangkan berbagai kejuaraan berkutchi junior, di wilayah Almaty. Bekasyl meneruskan kepiawaian kakek dan ayahnya, yang juga sering mendapat penghargaan.

Adik Bekasyl, Beksultan juga seorang berkutchi. Ia telah belajar sejak 3 tahun lalu, saat berusia 7 tahun. Medali juara pun pernah ia dapatkan.

Karena masih kecil, Beksultan menggunakan falcon atau alap-alap yang sesuai dengan ukuran tubuhnya. Burung pemangsa terkecil di dunia ini, punya penglihatan tajam seperti elang, dan bisa terbang hingga kecepatan 300 km per jam. Sehingga cocok dijadikan hewan pemburu.

Menilik Sekolah Berburu dengan Elang di KazakhstanFoto: Beksultan dan elang kesayangannya (Hilman/TRANS7)


Pemerintah Kazakhstan memang begitu peduli dengan berkutchi, sehingga ada pula sekolah untuk belajar menjadi pemburu andal. Menggunakan gedung sekolah umum, kelas berkutchi diajarkan setiap akhir pekan di Desa Nura.

Rata-rata jumlah siswanya bisa mencapai 20 orang. Siapa saja bisa belajar di sini, tanpa dipungut bayaran. Semua disubsidi oleh pemerintah Kazakhstan. Usia murid juga tidak dibatasi, anak-anak hingga dewasa semua diterima.

Menilik Sekolah Berburu dengan Elang di KazakhstanFoto: Beksultan sudah belajar berkutchi sejak berusia 7 tahun (Hilman/TRANS7)


Sang pengajar, Junis Tohtasinuly, memiliki reputasi berkutchi lebih dari 30 tahun. Kini, ia lebih banyak menikmati mencurahkan waktunya untuk mengajar.

Layaknya sekolah pada umumnya, mereka juga belajar di kelas. Murid-murid diajarkan tentang profil elang, hingga teknik untuk melatihnya. Setelah dirasa mampu, mereka akan belajar langsung ke alam. Perbukitan dipilih sebagai tempat awal, sebelum menjajaki area pegunungan.

"Menjadi pemburu tidak hanya sebuah tradisi turun temurun dalam keluargaku, tapi aku juga bangga menjadi seorang berkutchi. Aku melakukan ini setiap saat, aku sangat menyukai menjadi berkutchi, dan ingin melakukannya hingga dewasa," ujar Bekasyl.

Berkutchi, sebuah tradisi warisan bangsa nomaden yang terus dipelihara dan menjadi kebanggaan warga Kazakhstan.

Saksikan perjalanan menelusuri warisan tradisi negeri Kazakhstan, dalam program "JAZIRAH ISLAM" di TRANS 7 pada Selasa 19 Juni 2017 pukul 15.00 WIB.
(nwk/nwk)
FOKUS BERITA: Jazirah Islam 2017
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed