DetikNews
Senin 19 Juni 2017, 19:36 WIB

Selama 8 Bulan Saber Pungli Bongkar 856 Kasus dan Sita Rp 13,5 M

Ahmad Mustaqim - detikNews
Selama 8 Bulan Saber Pungli Bongkar 856 Kasus dan Sita Rp 13,5 M Komjen Dwi Priyatno (Kim/detikcom)
Jakarta - Satuan Tugas Sapu Bersih Pungutan Liar (Satgas Saber Pungli) telah membongkar 856 kasus pungutan liar. Kepala Satgas Saber Pungli Komjen Dwi Priyatno mengatakan kasus itu dibongkar selama delapan bulan.

"Sampai saat ini ada 856. Masih ada proses lidik (penyelidikan), sidik, ada yang sudah P-21, ada yang penuntutan maupun yang sudah divonis," kata Dwi di kantor Kemenko Polhukam, Jalan Merdeka Barat, Gambir, Jakarta Pusat, Senin (19/6/2017).

Dwi menjelaskan pihaknya berhasil menyita dana Rp 13,5 miliar. Menurutnya, dana tersebut disita sebagai barang bukti untuk pengembangan lebih lanjut.

"Namun, seperti di kasus Kaltim saat operasi Komura itu, kita sudah blok itu saja kurang-lebih Rp 326 miliar. Itu akan jadi barang bukti juga, dan akan dikembangkan menjadi kasus tindak pidana pencucian uang, sementara untuk kasus korupsinya sudah diproses," ujar Dwi.

Dia mengungkapkan timnya juga melakukan sosialisasi kepada unit pemberantasan pungli di daerah. Pihaknya akan melakukan upaya intensif setelah Idul Fitri.

"Setelah Idul Fitri, beberapa tim akan ke daerah untuk melakukan monitoring dan supervisi, terutama daerah, kita tidak melihat jumlahnya berapa, kadang entry points kecil, tapi kalau dikumpulkan bisa miliaran," tuturnya.

Dia menegaskan pemberantasan pungli harus bisa memberikan efek jera kepada pelakunya. Menurutnya, sektor pelayanan publik masih menjadi sasaran empuk bagi para pelaku pungli.

"Masyarakat Indonesia harus tolak pungutan liar yang selama ini ada pada pelayan publik, yang perlu kecepatan, kepastian hukum, dan biaya yang sesuai dengan ketentuan," tutur Dwi.

Dia berharap bersihnya birokrasi dari pungutan liar bisa menjadi keuntungan bagi bangsa Indonesia. Di antaranya investor asing tidak akan ragu untuk menanamkan modalnya di Indonesia.

"Harapannya, makin lama makin baik. Dengan berkurangnya pungutan liar, investasi ekonomi bisa berkembang di negara kita," tutupnya.
(rvk/rvk)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed