DetikNews
Jumat 16 Juni 2017, 04:05 WIB

Pilgub Jatim

Penjelasan Soekarwo soal Sikap Demokrat di Pilgub Jatim

Muhammad Aminudin - detikNews
Penjelasan Soekarwo soal Sikap Demokrat di Pilgub Jatim Gubernur Jatim Soekarwo (Rois/detikcom)
Malang - Tetap menjadi partai tengah membuat Demokrat selektif dan teliti dalam menentukan langkah di Pilgub Jatim 2018.

Ketua DPD Partai Demokrat Jawa Timur Soekarwo mengatakan hasil rapat Majelis Tinggi yang diketuai Susilo Bambang Yudhoyono, survei tetap menjadi penentu dalam mengusung cagub.

"Menurut Majelis Tinggi dan saya menjadi anggota, survei akan menjadi pegangan untuk tetap komitmen sebagai partai tengah, karena tengah tidak ke kiri atau ke kanan. Artinya tetap komitmen nasionalisme berbasis religius," kata Soekarwo menjawab pertanyaan wartawan di sela Safari Ramadan Partai Demokrat dan buka puasa bersama di sebuah hotel di Jalan Letjen Sutoyo, Kota Malang, Kamis (15/6/2017).

Dilanjutkan, penentuan dari survei nantinya akan merujuk pada figur yang kuat terkait pluralisme di Jawa Timur. "Baik itu kultur budaya, agama, suku, dengan basis religi, karena perbedaan itu sunatullah," sambung Pakde Karwo, begitu dia akrab disapa.

Pakde Karwo tidak memungkiri telah muncul sejumlah nama, di antaranya Saifullah Jusuf atau Gus Ipul, Khofifah Indar Parawansa, serta Tri Rismaharini. "Ada pertama Gus Ipul, ada juga sampaikan Bu Risma, Bu Khofifah. Semua bisa. Yang terpenting dapat berkomitmen membawa partai tengah atau pemikiran pluralisme berbasis religi dan mengedepankan kepentingan nasional, komitmen untuk Jawa Timur yang demokratis, aspiratif, serta partisipatif," jelas Soekarwo.

Gubernur Jawa Timur ini turut menegaskan Agus Harimurti Yudhoyono tidak memiliki kepentingan maju di Pilgub Jawa Timur. Kehadirannya dalam Safari Ramadan murni untuk mengajak para pemuda dan pemudi menuju masa depan lebih baik.

"Sejak awal Mas Agus tidak mau di sini (Jatim)," tegas Pakde Karwo.

Dikatakan juga, baru satu figur yang mendekat dan melamar ke Partai Demokrat, yakni Gus Ipul, meski partainya belum membuka pendaftaran resmi.

"Gus Ipul sudah daftar, padahal kita belum buka. Normatif mengacu aturan adalah Desember dan rekomendasi turun pada Januari tahun depan," ujarnya.

Ditambahkannya, partainya tidak dapat memaksakan diri ketika pengusungan figur dari kader atau kalangan internal tidak ditemukan. Siapa pun bisa dan berhak mendaftar.

"Kalau tidak ada, masak mau dipaksakan," katanya.
(jor/jor)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed