detikNews
Jumat 26 Mei 2017, 18:24 WIB

Dhandangan, Tradisi 450 Tahun Warga Kudus Sambut Ramadan

Ahmad Toriq - detikNews
Dhandangan, Tradisi 450 Tahun Warga Kudus Sambut Ramadan Acara Dhandangan di Kudus. (dok. Pemkab Kudus)
Kudus - Setiap daerah di Indonesia memiliki keunikan sendiri saat menyambut datangnya bulan Ramadan. Salah satunya adalah Kudus, yang memiliki tradisi "Dhandangan".

Dhandangan adalah tradisi masyarakat Kudus untuk menyambut datangnya bulan Ramadan yang sudah ada sejak lebih dari 450 tahun yang lalu, atau sejak masa Sunan Kudus. Tradisi ini selalu diisi dengan pasar rakyat, yang memberikan kesempatan pada masyarakat lintas kultural di Kudus untuk berinteraksi sekaligus memperoleh rezeki sebelum puasa.

Bupati Kudus Musthofa memukul 9 bedug untuk menyambut datangnya bulan Ramadan.Bupati Kudus Musthofa memukul 9 bedug untuk menyambut datangnya bulan Ramadan. Foto: dok. Pemkab Kudus

Menurut Bupati Kudus H Musthofa, tidak ada catatan yang pasti bagaimana tradisi Dhandangan bermula. Namun masyarakat Kudus meyakini nama Dhandangan diambil dari bunyi bedug di masjid menara Kudus.

"Menurut cerita leluhur, di masa lalu masyarakat berkumpul di masjid menara Kudus untuk menunggu Kanjeng Sunan Kudus mengumumkan dimulainya bulan puasa. Sebelum pengumuman, biasanya bedug masjid ditabuh dan suaranya 'dhang..dang..dang'. Dari sanalah nama dhandangan diambil," papar Musthofa.

Ada pagelaran UKM batik se-Jawa Tengah di acara Dhandangan.Ada pagelaran UKM batik se-Jawa Tengah di acara Dhandangan. Foto: dok. Pemkab Kudus

Ia menambahkan, lantaran masyarakat Kudus memiliki jiwa dagang yang kuat, momentum berkumpulnya warga tersebut juga dimanfaatkan untuk menggelar pasar rakyat.

Melihat keunikan sejarah tersebut, sejak 2008 Pemkab Kudus menjadikan dhandangan sebagai atraksi wisata. Di tahun 2017 ini, Musthofa juga menjadikan Dhandangan sebagai ajang pagelaran UKM batik se-Jawa Tengah (Jateng). Ada 455 UKM batik dari 21 kabupaten dan kota di Jateng yang menggelar karyanya sejak 16 Mei lalu.

Beragam budaya yang ada di Kudus ditampilkan di acara Dhandangan.Beragam budaya yang ada di Kudus ditampilkan di acara Dhandangan. Foto: dok. Pemkab Kudus

Selain itu, Pemkab Kudus juga menggelar pentas kolosal visualisasi perjalanan sejarah tradisi masyarakat Kudus, tepat sehari sebelum puasa. Pentas kolosal visualisasi yang dihadiri ribuan warga Kudus tersebut juga menggambarkan perjalanan sejarah akulturasi budaya Islam, Jawa, Hindu dan Tiongkok yang mewarnai Kudus.

"Inilah toleransi yang ada di Kudus. Replika kebersamaan dan persaudaraan ada di Kudus ini," kata Musthofa.

Pentas kolosal tersebut kemudian ditutup dengan pemukulan 9 bedug oleh Bupati Musthofa dan jajaran pimpinan daerah lainnya, yang menyimbolkan dimulainya bulan Ramadhan 1438 hijriah.


Masjid menara Kudus. Masjid menara Kudus. Foto: dok. Pemkab Kudus

(tor/nwk)


Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com