DetikNews
Minggu 21 Mei 2017, 00:18 WIB

19 Tahun Reformasi, Amien Rais Kenang Dikritisi Amandemen UUD '45

Nur Indah Fatmawati, Samsudhuha Wildansyah - detikNews
19 Tahun Reformasi, Amien Rais Kenang Dikritisi Amandemen UUD 45 Refleksi 19 Tahun Reformasi: Menggembirakan Demokrasi, Tribute to Amien Rais (Foto: Samsudhuha Wildansyah/detikcom)
Jakarta - Amien Rais ingat momen saat ia menjabat sebagai Ketua MPR periode 1999-2004. Ia sempat dikritisi soal amandemen UUD 1945 yang dilakukan empat kali.

"Dulu Reformasi empat tahun dikatakan 'Reformati'. Kalau saya lihat reformasi cukup banyak yang kita panen. Menurut Permadi, amandemen empat kali ketika MPR saya pimpin jadi penyebab kerusakan bangsa, itu kata pak peramal kita (Permadi). (Tapi) Beliau karib saya," ujar Amien Rais dalam acara 'Refleksi 19 Tahun Reformasi: Menggembirakan Demokrasi, Tribute to Amien Rais' di Kantor Dewan Dakwah Muhammadiyah, Jl Menteng Raya, Jakarta Pusat, Sabtu (20/5/2017) malam.

Amien kemudian memaparkan beberapa dampak positif amandemen dasar negara tersebut. Salah satunya adalah soal pemilihan presiden.

"Andai kata kita kembali Undang-Undang Dasar '45 sebelum reformasi, itu presiden bisa dipilih berkali-kali tanpa bisa dibatasi," tuturnya.

Kemungkinan yang lain adalah penghapusan Dewan Perwakilan Daerah (DPD) yang secara otomatis akan digantikan Dewan Pertimbangan Agung (DPA). Amien sendiri mengaku 100 persen mendukung DPD.
Acara Refleksi 19 Tahun Reformasi: Menggembirakan Demokrasi, Tribute to Amien RaisAcara Refleksi 19 Tahun Reformasi: Menggembirakan Demokrasi, Tribute to Amien Rais Foto: Samsudhuha Wildansyah/detikcom

"Ketiga, kalau kembali sebelum amandemen otonomi daerah hilang sehingga terjadi sentralisasi kekuasaan. Kemudian semua ditentukan presiden. Daerah tinggal menunggu perintah," imbuh Amien.

Selain itu dampak lainnya adalah penghapusan Pasal HAM. Padahal HAM kini disebutnya merupakan pasal paling panjang yang memiliki 11 pasal dan 25 ayat.

"Kalau dihilangkan, anda mau membela pakai apa?" sergahnya.

Sebelumnya, Ketua Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar Simanjuntak sempat mengenang momen ketika Amien Rais disebut sebagai Bapak Reformasi. Menurutnya, reformasi adalah catatan sejarah yang perlu diingat.

Ia melanjutkan, reformasi harus membawa kegembiraan dalam berdemokrasi. Selain itu reformasi harus membawa perubahan kebebasan kepada seluruh anak negeri.

"Maka hari ini kami ajak semuanya, mari menggembirakan demokrasi. Pesan kedua yaitu lawan KKN. Kami mengajak untuk seluruh tokoh yang hadir mari sama-sama kita lunasi hutang reformasi," tutur dia.

Dalam acara yang didedikasikan untuk Amien Rais ini juga turut hadir Ketua MPR Zulkifli Hasan, mantan Anggota DPR Permadi, serta Ketua PP Muhammadiyah Hajriyanto Y Thohari.
(nif/jbr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed