DetikNews
Jumat 19 Mei 2017, 16:28 WIB

PT KCJ: Mohon Maaf Kami Belum Bisa Tambah Gerbong Khusus Wanita

Aditya Mardiastuti - detikNews
PT KCJ: Mohon Maaf Kami Belum Bisa Tambah Gerbong Khusus Wanita KRL (Rachman Haryanto/detikcom)
Jakarta - Sebagian penumpang Commuter Line atau KRL berpendapat penambahan gerbong bisa menjadi solusi meredam 'ganasnya' gerbong khusus wanita. PT KAI Commuter Jabodetabek (KCJ) mengatakan penambahan gerbong itu belum bisa direalisasi.

"Mohon maaf, untuk saat ini belum bisa kita lakukan. Kereta khusus wanita baru kita alokasikan dua kereta untuk tiap rangkaian, di depan dan belakang," kata Vice Manager Komunikasi PT KCJ Eva Chairunisa saat berbincang, Jumat (19/5/2017).

[Gambas:Video 20detik]

Usulan penambahan gerbong khusus wanita yang belum bisa direalisasi, kata Eva, bukan terkait dengan masalah anggaran, melainkan karena lebih banyak penumpang yang menggunakan gerbong campuran.

"Penambahan kereta khusus wanita tidak ada hubungan dengan anggaran, nggak ada biaya yang dikeluarkan. Tapi yang perlu kita pikirkan bagaimana kapasitas angkut bisa maksimal. Datanya seperti apa, kalau by data 65 persen masih pengguna reguler. Kalau kita lihat kondisinya masih membutuhkan gerbong campuran," ujarnya.

Kepadatan penumpang di gerbong wanitaKepadatan penumpang di gerbong wanita. (Reny Anggraini/detikcom)

Sebelumnya, detikcom menggelar polling di Twitter sejak Kamis (18/5) kemarin hingga Jumat (19/5) ini. Selama 24 jam, ada 3.405 akun yang memberikan pendapat.

Hasilnya, 44% pemberi suara berharap ada penambahan gerbong KRL wanita, 23% lainnya menyarankan penumpang wanita belajar mengalah, 19% meminta penumpang bersabar, dan sisanya menyarankan penumpang wanita tetap cuek.

Cerita soal ganasnya situasi di gerbong wanita muncul setelah viralnya video insiden perkelahian dua wanita hingga saling jambak. Perkelahian itu terjadi di gerbong wanita.

Eva kembali mengingatkan masyarakat perlu bertransportasi dengan baik. Butuh kerja sama antara operator dan pengguna transportasi publik untuk menciptakan kenyamanan.

"Jadi, kalau kita bicara untuk menciptakan kenyamanan di transportasi publik tidak hanya dari operator, butuh kerja sama dengan penggunanya. Salah satunya menjaga ketertiban, tidak membuat keributan yang mengganggu orang lain," ujar dia.

"Masyarakat harus menyadari, ketika dia menggunakan transportasi publik, artinya dia tidak sendiri, ada orang lain yang berinteraksi dan bersinggungan dengan mereka," tuturnya.


Eva menyebut pihaknya sudah maksimal memberikan sosialisasi bertransportasi yang baik ke masyarakat, baik audio maupun visual. Hanya, dibutuhkan kesadaran publik untuk menciptakan kenyamanan dan ketertiban selama menggunakan layanan KRL.

"Efektif-tidaknya sosialisasi sudah berbagai cara visual, audio, imbauan sudah ada semua. Balik lagi ke individu masyarakatnya, harusnya sosialisasi didengarkan dan dijalankan supaya kenyamanan bisa tercipta," tutur Eva.
(ams/tor)
krl
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed