detikNews
Kamis 18 Mei 2017, 11:39 WIB

Tanggapan Antasari Soal Laporannya yang Mungkin Tak Naik Penyidikan

Dhani Irawan - detikNews
Tanggapan Antasari Soal Laporannya yang Mungkin Tak Naik Penyidikan Antasari Azhar/Foto: Rachman Haryanto
Jakarta - Polri menyebut kemungkinan laporan dari mantan Ketua KPK Antasari Azhar tidak bisa naik ke penyidikan. Polri beralasan dua alat bukti sebagai syarat penanganan kasus naik ke penyidikan belum ditemukan.

Antasari mengaku tidak mempersoalkan apabila laporannya yang kini dalam tahap penyelidikan itu tidak dilanjutkan. Namun dia ingin tahu benar-benar apakah laporannya ditindaklanjuti dengan maksimal atau belum.

"Saya kan sudah lapor. Kalau pun hasil penyelidikan mengatakan bahwa tidak cukup alat bukti. Mereka akan hentikan. Pertanyaannya yang mencari alat bukti siapa? Jika memang sudah maksimal mereka lakukan, saya bisa terima," kata Antasari ketika berbincang dengan detikcom, Kamis (18/5/2017).

Baca juga: Polri: Laporan Antasari Azhar Mungkin Tak Naik ke Penyidikan

Apabila nantinya penanganan kasus yang dilaporkannya dihentikan, Antasari berencana untuk mengajukan praperadilan. Untuk saat ini, dia masih memantau bagaimana perkembangan kasus tersebut.

"Tapi kalau tidak maksimal dilakukan tentunya ada instrumen hukum yaitu praperadilan," sebut Antasari.

Antasari mengatakan apa yang dilaporkannya itu semata-mata untuk mencari keadilan. Ketika dalam sidang dulu, dia didakwa mengirimkan pesan singkat berisi ancaman.

Kemudian, menurut Antasari, pesan itu tidak terbukti berasal darinya. Untuk itulah saat ini Antasari ingin polisi mencari tahu siapa sebenarnya yang mengirimkan sms itu.

"Nah contoh misal dulu saya disidang didakwa karena saya mengancam lewat SMS. Dalam persidangan tidak terbukti SMS itu tapi tidak sampai kepada siapa pembuat SMS itu. Saya lapor mengharapkan penyidik mencari siapa pembuat itu," jelas Antasari.

Sebelumnya pada Rabu (17/5), Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri Brigjen Herry Rudolf menyebut kemungkinan laporan Antasari tidak bisa naik ke penyidikan. Sesuai dengan standar kepolisian, satu penyelidikan bisa naik ke tahap penyidikan jika terpenuhi dua alat bukti. Hingga saat ini polisi masih mencari dua alat bukti tersebut.

Seperti diketahui, Antasari melaporkan kasus dugaan sangkaan palsu ke Bareskrim Polri. Dia menilai ada beberapa kejanggalan dalam kasus pembunuhan bos PT Putra Rajawali Banjaran Nasrudin Zulkarnaen pada 2009, yang mengantarnya ke penjara.

Salah satu kejanggalannya adalah soal SMS misterius. SMS itu diterima Nasrudin Zulkarnaen, yang dikatakan berasal dari telepon seluler Antasari.

SMS ancaman itu berbunyi:

Maaf permasalahan ini hanya kita saja yang tahu. Kalau sampai terbongkar, Anda tahu konsekuensinya.

Tidak lama setelah SMS itu diterima, Nasrudin tewas ditembus peluru. Antasari sendiri menampik pernah mengirim SMS itu.


(dha/fdn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com