DetikNews
Senin 01 Mei 2017, 06:10 WIB

Tapal Batas

TV Jakarta Tembus ke Timor Leste, Brigida Fasih Bahasa Indonesia

Danu Damarjati - detikNews
TV Jakarta Tembus ke Timor Leste, Brigida Fasih Bahasa Indonesia Foto: Danu Damarjati/detikcom
Atambua - Saat Timor Leste memerdekakan diri dari Indonesia 15 tahun lalu, remaja putri bernama Brigida de Jesus ini masih kanak-kanak. Namun bukan berarti unsur Indonesia sudah tak ada lagi dalam diri generasi muda Timor Leste seperti Brigida.

Unsur Indonesia yang dimaksud di sini adalah Bahasa. Bahasa Indonesia memang bukan bahasa resmi Timor Leste, yakni Bahasa Portugis dan Tetun. Namun Bahasa Indonesia masih bertahan di benak Brigida melalui siaran-siaran stasiun televisi yang berbasis di Jakarta.

"Kami menonton siaran TV dari Indonesia, makanya kami bisa Bahasa Indonesia. Dikit-dikit belajar dari TV kan," kata perempuan usia 23 tahun ini di Pos Perbatasan Terpadu negaranya, Batugade, Bobonaro, Timor Leste, Minggu (2/4/2017).

Sambil berteduh di bawah pohon, dia bercerita bahwa siaran televisi dari Indonesia bahkan bisa mencapai Ibu Kota Timor Leste, Dili. Tak perlu antena yang lain daripada yang lain untuk menangkap siaran itu, cukup parabola saja seperti yang banyak digunakan masyarakat setempat.

"Di Dili juga masih ada acara TV Indonesia. Ya jauh memang, tapi dapat ditangkap. Pakai parabola biasa saja," tutur Brigida.

Acara televisi favoritnya adalah reality show bertema pencarian jodoh yang ditayangkan stasiun televisi swasta. "Masa tidak pernah nonton sih?" tanyanya kepada saya.

Perempuan murah senyum berambut keriting ini berbicara dengan Bahasa Indonesia tanpa terbata-bata. Logatnya juga mudah dipahami oleh orang Indonesia.

Dia sendiri tinggal di Batugade yang merupakan kawasan perbatasan. Interaksi dengan orang-orang Indonesia juga sering dia lakukan, karena dia sudah setahun bekerja di toko bebas pajak (duty free) Pos Perbatasan Timor Leste ini

"Yang beli di duty free kebanyakan orang Indonesia, beli minuman. Barangkali karena di sana (di luar Pos Perbatasan) terlalu mahal," kata dia.

Di toko yang dijaganya itu, dijual beraneka jenis minuman keras. Semuanya dipatok dengan harga Dolar Amerika Serikat (USD). Toko ini tak menerima mata uang Rupiah.

Ikuti artikel-artikel Tapal Batas detikcom selengkapnya di tapalbatas.detik.com!
(dnu/tor)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed