DetikNews
Jumat 21 Apr 2017, 18:27 WIB

Kronologi Penangkapan Kapal Bawa Kerangka Seven Skies di Anambas

Faieq Hidayat - detikNews
Kronologi Penangkapan Kapal Bawa Kerangka Seven Skies di Anambas Jumpa pers soal kapal asing diduga mencuri kerangka kapal Seven Skies di Anambas, Kepulauan Riau/Foto: Faiq Hidayat-detikcom
Jakarta - Jajaran TNI AL sempat menangkap MV Chuang HO yang diduga membawa kerangka kapal karam Seven Skies dan Igara di perairan Anambas, Kepulauan Riau. Namun kapal tersebut kabur dan diduga sudah berada di perairan internasional.

Wakil Kepala Staf Angkatan Laut (KASAL) Laksamana Madya, Achmad Taufiqoerrochman mengatakan penangkapan kapal dilakukan berdasarkan informasi nelayan soal kapal mencurigakan sekitar pukul 14.00 WIB di Anambas, Kepulauan Riau, Kamis (20/4).

"Ini bukan operasi terencana AL hanya ada informasi dari nelayan ada kapal mencurigakan. Kapal patroli AL sedang tidak ada di sana, kita sedang konsentrasi di Selat Malaka dan Natuna," kata Taufiq dalam jumpa pers bersama Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti di Jalan Widya Chandra, Jakarta Selatan, Jumat (21/4/2017).

Informasi nelayan ditindaklanjuti dengan mengerahkan 4 personel TNI AL di pos Jemaja menuju lokasi yang jaraknya 45 mil. Mereka menggunakan kapal kecil dan harus empat kali mengisi bahan bakar.

"Kemudian 4 personel naik kapal itu, kebetulan ada orang bisa berbahasa Melayu. Kemudian ditanya sedang mengangkat kerangka kapal, persis perbatasan," kata Taufiq.

Pada pukul 14.30 WIB, Kamis (20/4), personel TNI AL berada di lokasi kapal asing itu dan meminta ABK menunjukan nakhodanya. Namun ABK kapal nakhoda tidak berada di kapal. Personel TNI AL kemudian mengamankan 20 ABK untuk diperiksa di pos Tarempa dan Jemaja.

"Mereka bilang nakhoda sedang turun ke darat pas personel saya naik ke kapal itu. Nah 20 orang ABK kita amankan untuk pemeriksaan lebih lanjut dibawa Jemaja dan Tarempa Kapal itu masih lego jangkar kapal itu tidak kita kawal," kata dia.

Ada satu personel TNI AL yang menggunakan kapal pompom (perahu tradisional) mengawasi kapal asing itu. TNI AL juga menghubungi kapal perang untuk membawa kapal asing.

Namun saat kapal perang sampai lokasi, kapal asing itu sudah melarikan diri pada pukul 00.00 WIB.

"Kemudian perintahkan kapal perang ke sana, belum kita tangkap. Baru kapal perang ke sana amankan itu, namun kapal itu sudah tidak ada," imbuhnya.

Pihak TNI AL meminta agar pemerintah mengajukan bantuan Interpol untuk menangkap kapal asing tersebut. "Di dalam kapal itu ada bendera Malaysia, tapi kita enggak mau berspekulasi kapal itu milik siapa dan punya siapa," kata Taufiq.
(fai/fdn)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed