DetikNews
Sabtu 15 Apr 2017, 22:01 WIB

Dilaporkan ke Bawaslu DKI, Ini Tanggapan Panitia Tamasya Al-Maidah

Dhani Irawan - detikNews
Dilaporkan ke Bawaslu DKI, Ini Tanggapan Panitia Tamasya Al-Maidah Ketua Panitia Tamasya Al Maidah ustaz Ansufri ID Sambo (Jabbar Ramdhani/detikcom)
Jakarta - Ketua Panitia Tamasya Al-Maidah ustaz Ansufri ID Sambo mengaku tidak masalah dilaporkan ke Bawaslu DKI. Ansufri merasa tidak ada aturan yang dilanggar terkait dengan kegiatan itu.

"Kalau mereka mengadukan itu hak mereka, silakan saja. Setahu saya Bawaslu tidak punya urusan dengan ini, nggak akan mungkin dia bisa melarang kita, nggak mungkin, kan gitu," ujar Ansufri ketika dihubungi detikcom, Sabtu (15/4/2017).

Menurut Ansufri, kegiatan yang akan dilakukan pada saat hari pencoblosan Pilgub DKI pada Rabu (19/4) nanti bukanlah kampanye. Dia juga memastikan kegiatan itu tidak akan diwarnai dengan intimidasi.

"Ini kan bukan kegiatan kampanye, ini orang datang, orang melihat, masak nggak boleh? Yang dilanggar apa? Undang-undang apa yang dilanggar?" ucap Ansufri.

"Kita yakin umat Islam ini justru akan damai kalau ada kita, sudah kita buktikan. Kita tidak akan mengintimidasi, saya jamin, kita cuma melihat," sambung Ansufri menjelaskan.

Dia kembali mengatakan kegiatan itu hanya berupa para saksi hadir dan ikut memantau kegiatan di tempat pemungutan suara (TPS). Namun apabila ada kecurangan yang terjadi, Ansufri mengatakan para saksi itu akan merespons.

"Cuma memang kalau di tengah itu ada kecurangan-kecurangan, kita akan ributin, kita sorakin, 'woi woi', paling begitu saja sebagai bentuk penjagaan. Sesederhana itu saja," ujar Ansufri.

Sebelumnya pelaporan itu dilakukan oleh Rustam Ade yang mengaku sebagai Ketua Pemuda Islam kebangsaan. Rustam beralasan laporan itu untuk mendorong agar Bawaslu memastikan Pilgub DKI berlangsung dengan jujur dan adil.

"Mendorong Bawaslu dan instrumen pelaksana pemilu untuk memastikan pemilu berlangsung jurdil dan luber (jujur, adil, langsung, umum, bebas dan rahasia) dan setiap warga DKI bebas menggunakan hak pilihnya dengan aman," ujar Rustam.

Dia juga mengaku pelaporan itu sebagai bentuk menolak agama sebagai alat politik. Rustam mengaku telah melaporkan hal itu dan diterima oleh anggota Bawaslu DKI Muhammad Jufri.

"Menolak agama sebagai alat politik, menjaga kebhinnekaan tugas forum pemuda islam kebangsaan," sambung Rustam.


(dhn/erd)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed