DetikNews
Sabtu 15 April 2017, 17:37 WIB

Cerita Eks Takmir Masjid yang Salat Bareng Djarot: Tak Ada Kata Usir

Nur Indah Fatmawati - detikNews
Cerita Eks Takmir Masjid yang Salat Bareng Djarot: Tak Ada Kata Usir Foto: Nur Indah Fatmawati/detikcom
Jakarta - Mantan pengurus masjid Al-Atiq Tebet, Yus Holungo, menyebut tidak ada jemaah di yang meneriakkan kata 'usir' setelah menunaikan salat Jumat, yang dihadiri Djarot Saiful Hidayat. Situasi saat itu memang ramai, namun Yus tak mendengar teriakan 'usir'.

Menurut Yus, seusai salat Jumat (14/4/2017), Djarot langsung meninggalkan masjid. Pengurus dan jemaah, menurutnya, masih berada di dalam masjid menunaikan salat ba'diyah.

"(Djarot) sudah sampai di luar baru tuh kita-kita yang di dalam, sebagian pengurus (bicara) ada apa tuh, tiba-tiba ada 'takbir...'," kata Yus saat ditemui detikcom, Sabtu (15/4).

Siang itu, menurut Yus, terjadi keriuhan karena banyak orang di sekitar masjid. Yus mengaku hanya mendengar takbir dan penyebutan nama Djarot.

"Saya sendiri nggak denger tuh kata 'usir-usir'. Karena kita di sini kan ramai nih. Banyak orang. Jadi nggak jelas kata 'usir'-nya. Kayaknya nggak adalah," ujar Yus.

Soal pihak yang berteriak saat Djarot keluar dari masjid, Yus mengaku tidak tahu. Yus kembali menegaskan, saat teriakan muncul, dia masih berada di dalam masjid.

"Pak Djarot-nya sudah di jalan. Tapi yang 'usir-usir', kita nggak terlalu memperhatikan itu ada apa nggak, karena ramai. Kalau ada, mungkin yang di dekat Pak Djarot kali, jemaah-jemaah yang di belakang. Kita kan nggak tahu jemaah itu siapa, dari mana, mau apa kan nggak tahu," tutur Yus.

Yus, yang pernah menjadi sekretaris Masjid Jami Al-Atiq, menyebut kedatangan Djarot ke masjid itu tak banyak diketahui pengurus, termasuk jemaah. Yus baru mendengar Djarot akan datang untuk salat Jumat dari marbut yang diberi tahu kapolsek.

Marbut sempat bertanya kepada Yus soal kehadiran Djarot. Yus menegaskan Djarot harus tetap diterima untuk salat.

"Suruh masuk dong. Orang mau salat Jumat, masak mau diapain. Masuk," ujar Yus menceritakan percakapannya dengan marbut.

Kedatangan Djarot tak terlalu diperhatikan. Namun, menurut Yus, Djarot datang dengan pengawalan. Sejumlah polisi juga terlihat di area masjid.

"Dia (Djarot) masuk (dari arah pintu depan), tapi terus ke (arah pintu) belakang. Masuk dari situ, sama pengawalnya berapa orang. Tapi duduk di belakang, dia nggak duduk di depan," sebut Yus.

Di dalam masjid, pengurus masjid, sambung Yus, membacakan pengumuman, salah satunya soal keuangan. Menurut Yus, pengurus masjid tersebut juga tak tahu-menahu ihwal kehadiran Djarot.

"Jadi pas dia baca pengumuman, soal keuangan, rencana salat gabungan, dan macam-macam. Terakhir dia baca juga itu, biasa, imbauan kepada jemaah untuk memilih pemimpin yang muslim, dia nggak tahu ada Djarot. Lalu pemilih yang kafir itu haram. Terus dia bilang di masjid ini kita tidak melayani orang munafik. Dan itu sudah dilakukan bukan baru sekarang. Kira-kira 2-3 bulan yang lalu selalu begitu pengumumannya," sambung Yus.
(fdn/try)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed