DetikNews
Jumat 14 Apr 2017, 21:48 WIB

Ingin 100 Orang Jaga TPS, Tamasya Al Maidah Nyatakan Tak Intimidasi

Jabbar Ramdhani - detikNews
Ingin 100 Orang Jaga TPS, Tamasya Al Maidah Nyatakan Tak Intimidasi Ketua Panitia Tamasya Al Maidah Ustaz Ansufri ID Sambo (Jabbar Ramdhani/detikcom)
Jakarta - Ketua Panitia Tamasya Al Maidah Ustaz Ansufri ID Sambo mengatakan Tamasya Al Maidah akan dilakukan pada hari pencoblosan Rabu (19/4) nanti. Ansufri yang menjadi Ketua Panitia Tamasya Al Maidah mengatakan setidaknya akan ada 100 orang yang akan menjaga satu tempat pemungutan suara.

"Target peserta kita berharap setiap TPS ada 100 orang kaum muslimin dan muslimat yang datang melihat. Jadi, insya Allah sebanyak 1,3 juta akan datang," kata Ansufri di Masjid Raya Al Ittihaad, Jl Tebet Mas Indah I, Tebet, Jakarta Selatan, Jumat (14/4/2017).

Dia mengatakan, jumlah sebanyak itu di TPS bukan sebuah intimidasi. Ansufri juga ingin membuktikan bila memang intimidasi terjadi di TPS.

"Sekarang kita buktikan, apakah ada intimidasi. Silakan saja dibuktikan di lapangan nanti," ujarnya.

Ansufri mengatakan kepada para pengawal TPS tersebut akan diberikan pesan untuk menjaga kelancaran acara pencoblosan hingga penghitungan suara. Selain pastinya mencegah terjadinya kecurangan di TPS.

Dia mengatakan dalam usaha mengantisipasi kecurangan tersebut para peserta Tamasya Al Maidah tidak langsung mengawasi dari dekat. Mereka hanya akan mengambil foto bila ditemukan hal yang tidak umum di TPS.

"Ya misalnya begini, kita melihat. Kalau misalnya ada apa-apa kita bisa foto-foto. Kita gak akan langsung 5 meter di TPS. Mungkin 20 meter, mungkin 30 meter. Begitu. Yang penting melihat keadaan, berdoa, berzikir, memohon supaya diberi keamanan," ucap dia.

"Kita sudah antisipasi, ini sifatnya tertib, aman dan damai tidak boleh ada aksi-aksi lainnya, walaupun ada kecurangan mungkin hanya kita teriakin atau kita foto untuk membrikan bukti yang akurat," sambung Ansufri.

Sebelumnya, Wakapolda Metro Jaya Brigjen Suntana mengatakan tiap TPS sudah mendapatkan penjagaan dan pengawalan dari pihak keamanan. Sehingga masyarakat tinggal menyerahkan hal itu kepada pihak berwenang.

Menanggapi hal ini, Ansufri mengatakan kehadiran peserta Tamasya Al Maidah ialah hak bagi masyarakat untuk berkunjung. Sehingga menurutnya tidak perlu adanya pelarangan.

"Datang berkunjung mereka. Ini wisata demokrasi, tamasya. Cuma lihat-lihat saja. Justru berikan dukungan kepada masyarakat. Saya kira demikian. Jadi kalau dibilang mau dilarang, pihak sebelah juga sudah lakukan itu," tuturnya.

Kepada peserta tamasya, Ansufri mengatakan akan memberikan tanda pengenal. Selain itu, mereka yang ditempatkan di sebuah TPS juga akan didata dan akan adanya penunjukan koordinator.

Dia menambahkan, nantinya panitia juga akan memberikan laporan kepada aparat setempat bila ada peserta yang menginap. Upaya-upaya tersebut, menurutnya tidak memerlukan izin dari pihak kepolisian. Sebab, laporan saja sudah cukup.

"Kita tidak ada istilah itu (perizinan). Kita hanya mengundang orang. Tapi akan kita sampaikan, kita mengundang orang. Tidak ada istilah izin. Jadi istilahnya laporan," ucap dia.

Ansufri mengatakan koordinasi dengan pihak kepolisian akan tetap dilakukan. Termasuk akan menyerahkan kepada pihak kepolisian bila ditemukan tindakan menyangkut hukum.

"Nanti kita akan melapor ke aparat setempat yang ada. Dan kita justru membantu aparat setempat supaya aparat juga berani melakukan tindakan yang sesuai hukum kepada orang-orang yang akan membuat kekacauan, orang-orang yang akan membuat kecurangan-kecurangan di TPS itu," ungkapnya.

Dia menjamin acara akan berjalan dengan aman dan damai. Sebab, Tamasya Al Maidah konsepnya senang-senang.

"Ini tamasya, happy, enjoy. Tamasya itu artinya kita happy-happy," ucap dia.


(jbr/dnu)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed