DetikNews
Selasa 21 Mar 2017, 12:33 WIB

Saat Pemprov DKI Tampung dan Musnahkan Ponsel Bekas dari Warga

Aditya Mardiastuti - detikNews
Saat Pemprov DKI Tampung dan Musnahkan Ponsel Bekas dari Warga Ilustrasi ponsel model lama (Facebook.com/muzeummobilovsk)
Jakarta - Kepala Dinas Lingkungan Hidup Isnawa Adji mengunggah foto ponsel-ponsel model lama yang tergeletak di meja dan di dalam kantong plastik pada akun Instagram-nya. Buat apa?

Pada foto yang diunggah itu, Isnawa memakai baju putih dengan selendang batik berwarna biru dengan kopiah hitam menenteng sekantong plastik ponsel. Foto itu diunggah pada Kamis (2/3/2017).

"Dari pada jadi limbah, HP mati dan rusak kirim aja ke Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta," tulis Isnawa, seperti dikutip detikcom, Selasa (21/3/2017).

Screenshot instagram Kadis Lingkungan Hidup DKI @isnawa_adjiScreenshot instagram Kadis Lingkungan Hidup DKI @isnawa_adji Foto: Screenshot instagram Kadis Lingkungan Hidup DKI @isnawa_adji


Foto itu mendapat respons beragam dari netizen. Ada yang bertanya alasan dan ada yang berminat mendonasikan ponsel lamanya. "Terus di dinas di apain pak? Saya banyak nih pak hehehe @isnawa_adji," tulis akun @yuhanaf.

"Limbahnya dibeli atau gimana om @isnawa_adji. Saya ada 3 ne..," tulis akun @dacon_alin.

"Akan dimusnahkan...hehehe," jawab Isnawa.

Saat dimintai konfirmasi, Isnawa mengatakan pihaknya sedang mencoba mengelola limbah bahan beracun berbahaya (B3). Dia mengatakan barang elektronik, seperti kulkas, televisi, dan ponsel, belum dikelola dengan baik.

"Limbah elektronik (e-waste) itu berbahaya, sampai saat ini kan manajemennya hanya dijual ke tukang loak. Padahal sama mereka jadi sampah lagi, hanya diambil tembaganya saja. Kita ingin mengumpulkan e-waste ini," urai dia saat berbincang dengan detikcom.

Untuk mewujudkan hal itu, Pemprov DKI akan menggandeng Prasadha Pamuna Limbah Industri (PPLI). PPLI merupakan perusahaan Indonesia yang sudah berpengalaman mengelola limbah B3.

"Saya dan PPLI mengumpulkan kondisi yang rusak dan mati itu di PPLI dihancurin, di-recycle. Kan bahaya ada baterai-baterainya itu kan ada limbahnya kan berbahaya juga."

Program yang digagas Isnawa satu bulan yang lalu itu mendapat respons positif dari jajaran pemda hingga masyarakat. Dia menambahkan masyarakat yang ingin mendonasikan ponsel-nya bisa meletakkannya pada drop box yang sudah disediakan di lingkungan Pemda hingga car free day (CFD).

"Di CFD kita ngumpulin HP bekas. Kedua, kami ada rencana drop box-drop box di kantor-kantor pemerintah, terutama pemda. Saya taruh di dinas-dinas, kecamatan, kelurahan," kata dia.

Jika ada warga yang ingin mengumpulkan ponsel-nya secara berkelompok, Isnawa mengatakan dia menyediakan satu truk gratis. Hanya, saat ini pihaknya baru sanggup menerima ponsel lantaran belum memiliki ruangan khusus.

"Saya mengimbau kepada masyarakat, misalnya mau mengumpulkan secara komunitas satu RT/RW/gedung kumpulin semua, nanti saya ambil pakai truk gratis, daripada jadi limbah. Kita juga mau arahnya TV, kulkas, cuma agak repot kalau nggak ada penampungannya," ujar Isnawa.

Isnawa mengatakan ide mengelola limbah e-waste itu berasal dari Jepang. Ke depan, pihaknya berencana mengatur regulasi soal sampah elektronik tersebut.

"Kalau di Jepang itu kan masyarakat buang kulkas atau apa sudah kena biaya pengolahan pabriknya. Kalau kita kan masih susah kulkas bekas ceburin aja ke kali, yang nemu pasukan oranye. Ke depan, kita atur regulasinya," ungkap Isnawa.
(ams/fjp)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed