DetikNews
2017/03/20 20:33:59 WIB

Rampogan Sima, Tradisi Membantai Macan di Tanah Jawa

Danu Damarjati - detikNews
Halaman 1 dari 4
Rampogan Sima, Tradisi Membantai Macan di Tanah Jawa Foto harimau Jawa hidup, Panthera tigris sondaica, diambil pada 1938 di Ujung Kulon (Andries Hoogerwerf, 29 August 1906 – 5 February 1977/Wikimedia Commons)
Jakarta - Ngomong-ngomong soal patung macan lucu Cisewu yang mendunia itu, maka tak lengkap kiranya untuk membahas macan loreng yang pernah benar-benar hidup di Pulau Jawa. Harimau Jawa (Panthera tigris sondaica) teman-teman macan Cisewu itu mengalami perlakuan yang kejam sebelum akhirnya punah.

Ada yang namanya rampogan sima, yakni sebentuk pertunjukkan yang melibatkan masyarakat banyak. Pertunjukkan ini konon sudah ada sejak zaman dulu. Sebagian menyebut tradisi ini sudah ada sejak era Kerajaan Singasari, namun sebagian lagi menyebut pertunjukkan semacam ini baru ada sejak abad ke-17 di Jawa.

Dalam buku 'Bakda Mawi Rampog', R Kartawibawa menceritakan soal rampogan macan ini. Buku ini diterbitkan Balai Pustaka (Bale-Poestaka) pada tahun 1923, dipindai oleh peneliti dari Universitas Gadjah Mada, Djoko Luknanto, dan diunggah di situs staff UGM.

Menggunakan Bahasa Jawa, Kartawibawa menggunakan istilah 'sima' untuk merujuk kepada kucing besar ini, terkadang juga menggunakan istilah 'macan loreng' untuk merujuk pada harimau, atau menambahkan keterangan untuk macan jenis yang lain. Di masa kecil penulis, hewan pemakan daging yang tersebar di Pulau Jawa ini masih cukup sering dijumpai. Kadang-kadang, harimau Jawa ini memangsa ternak warga hingga akhirnya diburu.

Bahkan penguasa saat itu memberi imbalan bagi siapa saja yang bisa membunuh si loreng. Satu ekor harimau dihargai 10 hingga 50 Gulden. Dalam kondisi seperti itu, acara rampogan macan menjadi hal biasa.

Sebenarnya apa itu rampogan macan? Ini adalah acara yang melibatkan ribuan orang yang memegang tombak, biasa digelar di alun-alun kota. Sejumlah kucing besar dan sedang, yakni harimau Jawa, macan loreng, macan kumbang, dan macan sruni, dilibatkan, atau dikorbankan lebih tepatnya.
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed