DetikNews
Minggu 12 Mar 2017, 20:06 WIB

Ahok Kampanye Senyap, Sandiaga: Mungkin ke Tokoh Bisnis

Noval Dhwinuari Antony - detikNews
Ahok Kampanye Senyap, Sandiaga: Mungkin ke Tokoh Bisnis Sandiaga Uno. Foto: Muhammad Fida Ul Haq/detikcom
Jakarta - Cagub DKI Jakarta Petahana Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) pada Pilgub DKI putaran kedua melakukan kampanye senyap. Rivalnya, cawagub Sandiaga Salahudin Uno, berasumsi bahwa kegiatan di kampanye senyap itu untuk melakukan pertemuan.

"Jadi iya memang itu salah satu bentuk kampanye yang tentunya biasanya kalau operasi senyap itu bertemu dengan tokoh-tokoh yang tidak ingin di-publish. Bisa tokoh politik, bisa tokoh bisnis, untuk menggalang pendanaan," ujar Sandiaga di Jalan Kebon Kelapa Tinggi, Kelurahan Utan Kayu Selatan, Matraman, Jakarta Timur, Minggu (12/3/2017).

Sandiaga menyebut jika pertemuan cagub-cawagub dengan beberapa pengusaha besar dan tokoh politik terkadang tidak boleh dipublikasi. Hal ini mungkin terjadi pada kampanye senyap Ahok.

"Karena yang ditemui Pak Basuki mungkin tidak mau di-expose, baik itu pengusaha, karena terdampak bisnisnya kalau misalnya nantinya Pak Basuki tidak menjabat lagi, maupun tokoh politik yang mungkin terancam posisinya," sebut Sandiaga.

Sandiaga meminta warga untuk memaklumi aktifitas kampanye senyap Ahok. Pihaknya memandang kampanye senyap yang tidak boleh diketahui masyarakat pasti ada tujuannya, dan ini wajar dalam perpolitikan saat ini.

"Karena sebetulnya kampanye ini terbuka untuk semuanya, tapi saya mengerti dan teman-teman saya para pengusaha juga nggak mau di-cover kalau misalnya melakukan pertemuan tertutup. Mereka tidak mau sama sekali ada masyarakat yang tahu apalagi dari media," jelas Sandiaga.

"Jadi itu kita tentunya harus maklumi dan memang kalau kampanye itu kan memakan yang tinggi sekali jadi itu strategi yang dimainkan Pak Basuki tentunya kita harus hormati," sambung Sandiaga.

Sandiaga juga menilai wajar jika aktifitas kampanye senyap Ahok itu dilakukan dengan berbagai tujuan. Anies-Sandi memandang semua pertemuan dengan berbagai pihak seperti tokoh politik dan bisnis harus dibuka kepada masyarakat.

"Wajar sekali, kami belum bisa melakukan itu karena jarang sekali pengusaha besar yang mau bertemu kita. Jadi kalau kita, kita buka semua pertemuan kita nggak ada yang kita tutup-tutupi dan nggak ada yang senyap," kata Sandiaga.

"Saya mau datang (jika ada tokoh politik dan bisnis yang mengajak kerja sama) dengan syarat terbuka, dan saya minta sumbangannya juga di-clear secara terbuka," pungkasnya.
(nvl/bag)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed