DetikNews
Sabtu 11 Maret 2017, 18:32 WIB

Anies Baswedan: Turunkan Spanduk Ancaman Tolak Salatkan Jenazah

Herianto Batubara - detikNews
Anies Baswedan: Turunkan Spanduk Ancaman Tolak Salatkan Jenazah Foto: Anies Baswedan (Aditya Mardiastuti/detikcom)
Jakarta - Calon Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengeluarkan pernyataan soal adanya spanduk tolak salatkan jenazah pembela penista agama yang terpasang di sejumlah masjid di wilayah Jakarta. Dia menegaskan, timnya maupun relawan tidak pernah membuat spanduk ancaman.

"Mari kita jaga pilkada damai dan bebas ancaman," tulis Anies lewat akun Twitter-nya yang terverifikasi @aniesbaswedan seperti dilihat detikcom, Sabtu (11/3/2017).

Di cuitannya itu, Anies yang berpasangan dengan cawagub Sandiaga Uno ini juga mengunggah pernyataan seruannya terkait putaran kedua Pilgub DKI Jakarta 2017. Ada 3 poin penting yang disampaikan dia, termasuk soal adanya penolakan mensalatkan jenazah umat Islam yang mendukung calon nonmuslim.


Berikut pernyataan lengkap seruan mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) itu:

Assalamu'alaikum Wr. Wb.

Bismillahirrahmanirrahim.

Alhamdulillah Pilkada DKI Jakarta telah memasuki putaran kedua. Putaran pertama telah kita semua lalui. Namun dalam gegap gempita putaran kedua ini, kita perlu tetap menjaga persatuan serta menunaikan kewajiban dan hak kita dengan baik.

Sejak kampanye putaran pertama, kita dengar berbagai cerita di masyarakat tentang eksploitasi kemiskinan dengan ancaman pemberhentian program KJP, program PPSU dan program-program lain.

Beberapa waktu belakangan ini kita juga mendengar berita terkait ancaman penolakan shalat jenazah terhadap individu yang tidak memilih calon muslim.

Aksi mengancam bisa menghasilkan reaksi mengancam pula. Menjawab ancaman dengan ancaman seperti ini, walau atas inisiatif pribadi secara independen, bisa membuat suasana jadi makin tidak sehat. Ancaman telah membuat warga memberikan suara karena rasa takut, reaksi ancaman juga akan membuat warga memilih bukan karena harapan perubahan. Setiap ancaman diluncurkan, muncul reaksi ancaman balik. Semua ini harus segera dihentikan.

Meskipun partai politik pengusung Anies-Sandi, tim kampanye Anies-Sandi maupun relawan tidak pernah membuat spanduk ancaman dan tidak menganjurkan namun kami tetap perlu menyampaikan beberapa butir seruan sebagai berikut:

1. Menyerukan pada semua agar menghentikan segala bentuk ancaman kepada warga, apalagi ancaman yang mengeksploitasi kemiskinan warga, dengan ancaman penghentian program-program bantuan untuk rakyat bila petahana tidak dipilih lagi. Ancaman ini dapat memicu keresahan dan dapat memancing reaksi kemarahan.

2. Menyerukan kepada warga untuk tetap menunaikan seluruh ketentuan hukum dan setiap kewajiban terhadap jenazah; serta menurunkan spanduk ancaman penolakan shalat jenazah.

3. Kepada seluruh relawan pendukung pasangan Anies-Sandi, saya minta agar para relawan bersama dengan warga dan para tokoh/ulama untuk turun tangan dan terlibat langsung membantu apabila ada yang mengalami kesulitan dalam pengurusan jenazah bagi tiap warga yang memerlukan.

Akhir kata, mari kita kembali mengingat bahwa Insya Allah masih ada kehidupan bersama sesudah tanggal 19 April 2017 nanti. Persahabatan, persaudaraan, pertetanggaan dan kerja sama masih harus terus berlanjut.

Wassalamu'alaikum Wr. Wb.
Anies Baswedan
(hri/tor)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed