DetikNews
Jumat 17 Februari 2017, 21:36 WIB

Petinggi Go-Jek Dilaporkan oleh Driver ke Polisi

Mei Amelia R - detikNews
Petinggi Go-Jek Dilaporkan oleh Driver ke Polisi Pengacara pelapor (Mei Amelia R/detikcom)
Jakarta - KB, seorang anggota direksi PT Go-Jek Indonesia, dilaporkan ke Polda Metro Jaya atas dugaan penggelapan oleh Rosikin, seorang driver Go-Jek. Pelaporan ini akibat dilakukannya suspense atas akun Rosikin, sehingga dia tidak dapat mengambil saldo di akunnya tersebut.

"Kita melaporkan PT Go-Jek Indonesia, yang diduga melakukan tindak pidana penggelapan terhadap driver-nya. Jadi banyak sekali dari rekan-rekan Go-Jek yang ter-suspend akunnya, sehingga saldo yang ada di akun mereka tidak bisa diambil," ujar pengacara dari LBH Jakarta Oky Wiratama kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (17/2/2017).

Oky mengatakan pihaknya belum bisa mendata berapa banyak driver Go-Jek yang dirugikan atas hal tersebut. "Hanya sedikit driver yang berjuang melaporkan kasus ini, karena banyak sekali yang tidak berani melaporkan," imbuhnya.

Ia menambahkan, pihaknya telah mencoba melakukan mediasi dengan PT Go-Jek. Namun sejauh ini pelapor belum mendapat tanggapan dari pihak Go-Jek.

"Kami sudah mengatur pertemuan dengan pihak PT Go-Jek, tetapi tidak ada iktikad baik karena tidak ada respons dari PT Go-Jek. Kami juga sudah mengundang PT Go-Jek ke LBH Jakarta. Tapi, setelah menunggu berapa bulan, tidak ada respons yang baik," terang dia.

Lantaran tidak ada tanggapan dari pihak Go-Jek, Rosikin didampingi LBH Jakarta melaporkan KB ke Polda Metro Jaya. Laporan tersebut tertuang dalam tanda bukti laporan bernomor LP/843/II/2017/PMJ/Ditreskrimum, Rosikin melaporkan KB, salah satu direktur di PT Go-Jek Indonesia, dengan tuduhan Pasal 374 KUHP tentang penggelapan dalam jabatan.

"Jadi karena tidak ada respons yang baik, kami berencana melaporkan terkait dugaan tindak pidana penggelapan," imbuhnya.

Menurut Oky, hubungan driver dengan PT Go-Jek adalah sistem kemitraan, sehingga harus ada kesetaraan dalam hubungan kerja tersebut.

"Pada dasarnya driver Go-Jek ini diikat dengan hubungan kemitraan, bukan antara pengusaha dan buruh. Kalau sebagai mitra, harus setara, bukan layaknya perjanjian kerja antara buruh dan pengusaha. Kalau mitra harus setara, namun pada praktiknya bukan hubungan yang setara, tapi ada relasi yang timpang," bebernya.

Rosikin menjelaskan, akunnya terkena suspense sejak 23 Januari lalu. Sejauh ini, Rosikin mengaku belum mendapat penjelasan dari pihak Go-Jek.

"Mengenai alasan kenapa ter-suspend, tidak ada penjelasan dari pihak PT Go-Jek. Uang yang di akun tidak bisa diambil, uang saya sendiri di akun ada Rp 4,1 juta. Saya ke kantor bolak-balik tidak ada penjelasan sama sekali, hanya bilang sistem, sistem, dan sistem," jelas Rosikin.

Rosikin sudah berulang kali meminta saldonya dikembalikan. "Namun disebut itu sistem sehingga uang di akun hilang," imbuh Rosikin.

Sementara itu, Sunardi, salah satu pengacara dari LBH Jakarta, menjelaskan hal ini sudah berlangsung lama. "Bulan puasa ada beberapa yang sudah ter-suspend dan itu katanya itu sistem, atau sudah otomatis dilakukan oleh sistem," kata Sunardi.

Menurut Sunardi, Go-Jek membuat aturan sepihak sehingga merugikan para driver. "Tidak ada penjelasan dari PT Go-Jek soal akun yang suspend tersebut, jadi mereka membuat aturan sendiri tanpa perundingan dengan kita para driver," tambahnya.

"Padahal waktu 4 Oktober 2016 melakukan mediasi juga di Polda sini, dengan Nadim dan berjanji akan merapikan sistem yang ada namun sampai sekarang tidak ada," lanjutnya.

Sampai berita ini dimuat, belum ada penjelasan dari pihak Go-Jek. detikcom telah mencoba mengkonfirmasi kepada Public Relations Manager PT Go-Jek Indonesia Rindu Ragilia, namun belum mendapat jawaban.
(mei/rna)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed