DetikNews
Rabu 11 Januari 2017, 19:26 WIB

Viral! Pengroyokan WN Rusia di Bali Hingga Matanya Buta Sebelah

David Saut - detikNews
Viral! Pengroyokan WN Rusia di Bali Hingga Matanya Buta Sebelah Foto: Hasil rontgen mata korban (Facebook/Denis Prisiazhniuk)
Bali - Peristiwa pengeroyokan terhadap turis asal Rusia di salah satu Bar di Seminyak, Bali, menjadi viral di Facebook. Turis itu mengalami kebutaan permanen di mata kanannya akibat pemukulan sekuriti bar yang dikenal dengan nama La Favela itu.

Pantauan detikcom ketika akses grup Bali Friendship di Facebook pada pukul 18.00 WITa, Rabu (11/1/2017), seorang pengguna bernama Dennis Prisiazhniuk mengunggah informasi pengeroyokan ini pada siang hari. Hingga pukul 18.54 WITa, postingan itu telah dibagikan lebih dari 1.000 kali dan di-like sebanyak 830 kali.

Dennis dalam posting-nya itu menceritakan kawannya datang ke La Favela pada 8 Januari 2017 lalu. Pada pukul 02.00 WITa, ia meminta tagihan ke pegawai bar dan mendapatkan kertas bertulisan tangan dengan nilai total transaksi.

Dennis menyebutkan, temannya terkejut ketika melihat total tagihan dan meminta print tagihan, bukan tulis tangan. Tak dijelaskan alasan ia tak mendapatkan print tersebut, lalu ia meminta buku menu untuk memeriksa kecocokan harga dan tagihan.

Namun menurut Dennis, temannya malah ditarik oleh sekuriti bar lalu dipukul. Ia terjatuh dan ditendang oleh salah satu oknum sekuriti, dan mengalami luka-luka cukup parah.

Ia kemudian dilarikan ke RS BIMC, Jl By Pass Ngurah Rai, Kuta, Bali. Dennis menjelaskan dokter menyatakan mata sebelah kanan temannya tak bisa diselamatkan, sehingga mengalami kebutaan permanen.

Dennis menambahkan temannya telah mengontak Kedutaan Besar Russia di Jakarta terkait peristiwa ini. Seorang pengacara juga akan datang ke Bali dari Jakarta untuk melakukan pelaporan ke pihak kepolisian pada Kamis (13/1) besok.

Di sisi lain, karena posting Dennis menjadi viral di kalangan grup Facebook turis-turis di Bali tersebut, La Favela pun memberikan klarifikasi melalui akun Facebook resminya La Favela Bali. Menurut manajemen La Favela, pihaknya akan menanggung penuh biaya perawatan medis korban, hukum, dan biaya lainnya yang dibutuhkan.

Klarifikasi itu di-posting manajemen La Favela pada pukul 15.00 WITa dan telah di-share 42 kali. Manajemen menyatakan korban tidak mau membayar tagihan, memukul tangan manajer bar dan menghina sekuriti dengan mengatakan 'your mama will pay the bill'.

Sementara, Kabid Humas Polda Bali, AKBP Hengky Widjaja, menyatakan belum ada laporan terkait peristiwa ini. Walau demikian, informasinya telah didapatkan jajaran kepolisian.

"Belum ada laporan masuk terkait hal itu. Nanti jika sudah ada akan saya informasikan," kata Hengky.
(hri/fjp)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed