DetikNews
Kamis 10 November 2016, 18:59 WIB

Raup Rp 77 Miliar, Komplotan Investasi Bodong Total Dibui 33 Tahun

Andi Saputra - detikNews
Raup Rp 77 Miliar, Komplotan Investasi Bodong Total Dibui 33 Tahun Ilustrasi (ari/detikcom)
Jakarta - Berdalih investasi berbunga fantastis, sekawanan orang berhasil mendulang uang dari masyarakat sebesar Rp 77 miliar. Setelah terungkap akal bulusnya, keempatnya lalu diadili dan total hukuman yang dijatuhkan selama 33 tahun penjara.

Mereka adalah Kepala Cabang PT Sarana Perdana Indoglobal (SPI) Bandung, Yudi Sartono (37), Manajer PT SPI Bandung, Nurzaeni (38), Manajer Marketing PT SPI Bandung Erik Januawardhana (26) dan Pjs Manajer Marketing PT SPI Bandung, Anke Maretti Suminar Rachmat.

Mereka berempat berkomplot melakukan serangkaian modus sedemikian rupa untuk menarik minat masyarakat guna menginvestasikan uang di perusahaan PT SPI sepanjang 2006-2007. Masyarakat dijanjikan bunga di atas bunga bank sehingga 148 orang tergiur dan terkumpullah uang Rp 77,3 miliar.

Atas perbuatannya, mereka lalu dikenakan pasal berlapis yaitu UU Perbankan, Pasal 378 KUHP tentang Penipuan dan pasal 372 KUHP tentang Penggelapan.

Pada 30 Oktober 2008, Pengadilan Negeri (PN) Bandung menjatuhkan hukuman masing-masing:

1. Yudi Sartono dihukum selama 2,5 tahun penjara.
2. Nurzaeni dihukum 2 tahun penjara.
3. Erik Januawardhana dihukum 2 tahun penjara.
4. Anke Maretti Suminar Rachmat dihukum 2 tahun penjara.

Oleh Pengadilan Tinggi Bandung, hukuman keempatnya dinaikkan menjadi:

1. Yudi Sartono dihukum selama 9 tahun penjara.
2. Nurzaeni dihukum 8 tahun penjara.
3. Erik Januawardhana dihukum 8 tahun penjara.
4. Anke Maretti Suminar Rachmat dihukum 8 tahun penjara.

Alhasil total keempatnya dihukum 33 tahun penjara karena bersalah menghimpun dana dari masyarakat tanpa izin dari Bank Indonesia. Apakah sampai di situ? Ternyata dalam putusan yang diketok pada 15 Desember 2009 itu juga dijatuhkan masing-masing terdakwa harus mengembalikan uang Rp 20 miliar.

Mengetahui putusan itu, keempatnya lalu mengajukan kasasi. Tapi apa kata MA?

"Menolak permohonan kasasi Terdakwa I, Terdakwa II, Terdakwa III dan Terdakwa IV," putus majelis kasasi sebagaimana dilansir website Mahkamah Agung (MA), Kamis (10/11/2016).

Duduk sebagai ketua majelis Dr Artidjo Alkostar dengan anggota Prof Dr Surya Jaya dan Sri Murwahyuni. Majelis menyatakan kesalahan para terdakwa yaitu menawarkan paket program promissory note dengan iming-iming keuntungan besar dengan bunga tinggi yaitu 4 persen, sedangkan bunga bank hanyalah 0,6 persen, bisa dicairkan kapan saja.

"Akan tetapi PT SPI tidak dapat memberikan perlindungan dan jaminan kepada para nasabahnya karena dalam menjalankan usahanya para terdakwa tidak memenuhi syarat legalitas/izin dari para pejabat yang berwenang," putus majelis pada 15 Juli 2015 lalu.
(asp/trw)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed