DetikNews
Jumat 28 Oktober 2016, 16:50 WIB

Semangat Sumpah Pemuda

Ibas ke Pemuda Indonesia: Jangan Hanya Jadi Follower Tapi Trendsetter

Elza Astari Retaduari - detikNews
Ibas ke Pemuda Indonesia: Jangan Hanya Jadi Follower Tapi Trendsetter Foto: Ari Saputra
FOKUS BERITA: Semangat Sumpah Pemuda
Jakarta - Ketua Fraksi Partai Demokrat (PD) Edhie Baskoro (Ibas) Yudhoyono mengajak pemuda untuk terus mengobarkan semangat dan cita-cita membangun Indonesia yang maju serta sejahtera. Terutama dalam momentum peringatan Hari Sumpah Pemuda kali ini.

"Dengan demikian, generasi muda Indonesia bisa proaktif berkontribusi secara konkrit di seluruh sektor pembangunan," ungkap Ibas dalam refleksi peringatan Sumpah Pemuda yang disampaikannya, Jumat (28/10/2016).

Dewasa ini, Sumpah Pemuda menurutnya bisa dimaknai dengan kesungguhan hati dan niat generasi penerus bangsa untuk terus berkarya dan berprestasi membangun bangsa. Generasi muda sebagai 'Generasi Millenial' atau 'Generasi Y' disebut Ibas harus mengambil bagian menjadi lokomotif pembangunan.

"Generasi muda harus menjadi lokomotif penggerak pembangunan. Harus mampu menjawab segala tantangan untuk dijadikan peluang dengan mengedepankan karakter yang kuat optimisme disertai kreasi, inovasi, dan solusi," tuturnya.

"Yes we can! Stronger together for the betterness, dengan spirit satu hati, satu cita-cita untuk satu Indonesia," lanjut Ibas.

Sebagai politisi muda, ia pun punya cara tersendiri dalam memaknai Hari Sumpah Pemuda. Ibas menyatakan pemuda harus memiliki mental yang siap melakukan apapun demi perubahan terutama dalam berbangsa dan bernegara.

"Spirit sumpah pemuda bagi saya adalah mewujudkan Indonesia tanpa diskriminasi dalam segala bidang. Selalu memiliki spirit untuk terus belajar menguatkan kecerdasan karakter, memiliki semangat 'harus bisa', mampu berkarya dan berprestasi secara konkrit," papar dia.

"Dalam kata lain generasi muda harus mencari jalan untuk maju bukan jalan buntu. Kaum muda harus lebih membuktikan dirinya. Tidak cukup hanya menjadi pengikut atau pekerja yang berkualitas saja tetapi mereka harus bisa menjadi inspirasi dalam berkarya," sambung Ibas.

Anggota Komisi X yang membidangi Kepemudaan ini pun yakin kesuksesan dapat diraih di usia muda jika mau berusaha lebih. Menurut Ibas, sudah ada banyak contoh bagaimana pemuda era kini yang dapat membuktikan keberhasilannya.

"Seperti banyaknya yang sukses dalam kejuaraan sains, olahraga, pendidikan akademik, gelar doktor, pengusaha, politisi, pejabat publik dan berbagai cerita kesuksesan lainnya. Bahkan tidak sedikit mereka juga sukses dalam kepemimpinan," sebut Ibas.

"Maka daripada sibuk mencari peluang, lebih baik sibuk menciptakan peluang. Daripada mereka sibuk mencari pekerjaan, lebih baik mereka sibuk menciptakan pekerjaan. Yang muda bisa dan yang muda mampu berkarya," tambah dia.

Ibas mengatakan pemuda Indonesia mampu bersaing di kancah internasional. Untuk itu para pemuda harus bisa menjadikan bangsanya sebagai aktualisasi atau pembuktian diri menuju kemajuan.

"Kalau dunia bisa, kenapa Indonesia tidak? Jangan hanya berdiam dan sekedar menjadi 'follower' tapi bangkitlah bergerak menjadi 'trendsetter'. Juga pantang menyerah, bermimpi besar, jalankan dan raih mimpi tersebut," ucapnya.

Meski begitu, kaum muda pun diminta Ibas agar mau terus belajar serta mengambil hikmah dari setiap pengalaman. Jika ada berbagai pihak yang sangsi terhadap kualitas dari generasi muda, itu disebutnya harus dijadikan sebagai motivasi dan pelecut semangat.

"Yang tua sudah pernah muda, tapi yang muda belum pernah tua. Begitu katanya. Generasi muda harus terus belajar, tanamkan jiwa nasionalisme dan serap pengalaman sebanyak-banyaknya. Semangat juang kita jangan tergoyahkan, justru kita harus jawab tantangan-tantangan dengan pembuktian dalam giat karya dan prestasi," tegas Ibas.

Putera bungsu Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono ini pun berpesan agar generasi muda tidak terbawa arus perubahan global. Apalagi sampai bertentangan dengan nilai, moral dan etika bangsa.

"Kaum muda harus menjadi benteng sekaligus garda terdepan dalam mengawal nilai-nilai perjuangan bangsa, 'Indonesian values'. Serap semua yang positif untuk tingkatkan produktivitas dan tinggalkan yang negatif yang dapat menghancurkan masa depan," urainya.

Ibas tak memungkiri bahwa masih ada cukup banyak generasi muda yang terperosok pada kegiatan negatif dalam proses mencari jati diri. Hanya saja ia menyebut hal-hal seperti itu perlu dijadikan bahan untuk evaluasi dan koreksi agar kaum muda dapat melakukan perbaikan. Generasi muda menurutnya harus mampu beradaptasi dengan perubahan zaman.

"Inilah bagian dari proses pembelajaran tersebut. Ther rise and falls on the young age. Jatuh dan bangkit adalah proses belajar. Selalu ada ruang dan waktu menuju kebaikan-kebaikan. Generasi muda juga harus menghormati jasa semua tokoh bangsa, pahlawan, dan senior terdahulu dalam melanjutkan perjuangan bangsa," sebut Ibas.

"Selamat memperingati Hari Sumpah Pemuda. Ayo pemuda Indonesia jadi bagian dari kemajuan," tandas Ketua Komisi Pemenangan Pemilu Partai Demokrat itu.


(ear/imk)
FOKUS BERITA: Semangat Sumpah Pemuda
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed