detikNews
Rabu 19 Oktober 2016, 15:32 WIB

Kadishub DKI: JPO di Pasar Minggu Roboh karena Penempatan Reklame yang Salah

Mei Amelia R - detikNews
Kadishub DKI: JPO di Pasar Minggu Roboh karena Penempatan Reklame yang Salah Foto: Danu Damarjati/detikcom
Jakarta - Kepala Dinas Perhubungan dan Transportasi DKI Jakarta Andri Yansyah mengungkapkan fakta-fakta di balik robohnya Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) di Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Insiden yang menewaskan 3 orang itu diduga karena pemasangan reklame yang salah.

"Saya kasih tahu ya, yang JPO di Pasar Minggu itu bukan JPO yang ambruk, tapi relingnya yang ambruk, reling dan atap. Coba Anda lihat sekarang, masih ada nggak (JPO-nya)? Masih ada," ujar Andri kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (19/10/2016).

Hal itu diungkapkan Andri usai mengikuti Diskusi Permasalahan Trouble Spot dan Black Spot di Aula Traffic Management Center (TMC) Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya.

Andri kemudian menjelaskan pada JPO itu ada 4 bagian konstruksi yakni pondasi, gelagar, reling dan bagian atap.

"Yang roboh apa? reling. Kenapa? Karena di situ ada konstruksi yang salah terhadap reklame," ujar Andri.

Menurut Andri, pemasangan reklame tidak boleh menempel pada reling JPO. "Tetapi dia harus nempel di gelagar, itu satu. Karena reling itu didesain bukan untuk reklame," kata dia.

Selain itu, kata dia, lebar reklame juga melebihi lebar reling JPO. "Reklame itu lebarnya, tingginya itu harus 1 meter. Faktanya berapa, 3 meter kali 20 meter. Bayangkan itu," lanjutnya.

Makanya, lanjut Andri, tidak mengherankan apabila kemudian reklame tersebut jatuh. "Mau top kayak gimana juga kalau kayak kemarin cuaca ekstrim, jebol, betulkan. Yang ketiga, silakan saja deh silakan Anda cari tahu ke mana itu duit reklamenya?" tuturnya.

"Yang salah (pada bagian apa) saya nggak tahu, saya hanya menyatakan fakta di lapangan seperti itu. Kalau salahnya perlu ada penelitian, kalau itu sudah ditangani pihak kepolisian. Tetapi faktanya seperti itu, yang jatuh apa, relingnya, reklamenya di mana? Di reling, ukurannya gimana? 3 meter, panjangnya berapa? 20 meter, hampir menutupi," ungkap Andri.




(mei/aan)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed