DetikNews
Minggu 09 Oktober 2016, 17:21 WIB

Hebat, Kota Malang Terpilih Jadi Kota Udara Terbersih di Asia

Muhammad Aminudin - detikNews
Hebat, Kota Malang Terpilih Jadi Kota Udara Terbersih di Asia Wali Kota Malang Moch. Anton /Foto: Muhammad Aminuddin/detikcom
Malang - Kota Malang, masuk dalam lima kota yang memiliki udara terbersih di Benua Asia. Ini terungkap dari hasil riset lembaga non pemerintahan atau non government organization (NGO) The Clean Cities Air Partnership Program (CCAP) yang diiniasi Clean Air Asia.

Kota Malang juga ditunjuk menjadi area pilot (the pilot areas) sekaligus mendapatkan sertifikasi udara bersih. Dimana setiap tahunnya penduduk Kota Malang terus bertambah.

Data Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Malang, pada tahun 2015 hingga akhir Desember penduduk Kota Malang mencapai 881.794 jiwa. Hingga akhir April 2016 jumlah penduduk meningkat sebanyak 887.443 jiwa. Pertambahan penduduk sekitar 1,58 persen banyak disebabkan adanya pendatang baru.

"Kota Malang terpilih bersama lima kota lainnya. Penghargaan diinisiasi oleh Clean Air Asia," kata Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kota Malang Agus Edy Putranto, Minggu (9/10/2016).

Selain kota Malang, empat kota lainnya yaitu Kota Baguio, Kota Iloilo, State Rosa in Laguna, yang ketiganya berada di Philipina, dan Kota Kathmandu di negara Nepal.

Agus mengungkapkan, penghargaan akan diberikan secara langsung kepada Wali Kota Malang Moch. Anton pada 12 Oktober 2016 oleh Eksekutif Direktur Clean Air Asia di Kota Malang. "Kota-kota yang terpilih akan menjadi pilot areas atau percontohan yang penghargaannya akan diberikan kepada walikota secara langsung," ujar mantan Kasatpol PP ini.

Wali Kota Malang Moch. Anton menyatakan, prestasi yang diraih ini merupakan kebanggaan bagi seluruh warga Kota Malang. Dimana dunia internasional sudah mengenal dan memperhatikan Kota Malang dengan sesungguhnya.

"Ini (penghargaan) juga buah dari komitmen bersama untuk terus mengasrikan dan mempercantik wajah kota (taman), menggalakkan penghijauan termasuk mengharuskan mahasiswa baru untuk menyumbangkan bibit tanaman, menciptakan kampung kampung yang asri dan bersinar," sebut Anton terpisah.

Dia mencontohkan, kampung Glintung Go Green (3G) dimana melakukan sebuah perubahan wajah kampung dari kumuh menjadi bersih dan sehat. "Seperti Glintung Go Green perkampungan melakukan pemberdayaan dan kepedulian warga terhadap lingkungannya. Ada lagi gerakan sekolah hijau (Go Green School), serta ragam gerakan hijau dan bersih (green and clean) lainnya," ungkap Anton penuh semangat.

Sebelumnya, konsep Kampung 3G dianggap Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) sangat inovatif dan layak jadi percontohan nasional. Kesuksesan Kampung 3G di kancah nasional merupakan bukti nyata jika dari lingkungan yang baik, mampu mengedukasi dan menumbuhkan potensi masyarakat, seperti potensi sosial berupa kerukunan antar warga dan kepedulian kepada lingkungan, serta potensi ekonomi, yakni hasil produk dari kampung itu berupa sayur mayur organik.

Anton, memang memiliki cara unik dalam memajukan Kota Malang, ketika beberapa daerah lainnya masih banyak menggunakan paradigma top down, yakni program dari pemerintah dijalankan masyarakat. Anton, justru sebaliknya lebih memilih paradigma bottom up, yakni menggali ide dan kreatifitas masyarakat untuk dijadikan program pemerintah, dan hasilnya sangat maksimal dan sukses.

"Kalau program itu dari masyarakat, maka mereka akan serius untuk menjalankannya, berbeda ketika program itu dari pemerintah kepada masyarakat," kata politisi PKB ini.
(ega/ega)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed