DetikNews
Senin 03 Oktober 2016, 17:43 WIB

Kursi Ketua DPR Digoyang Loyalis Novanto, Akom: Semua Ada Mekanismenya

Wisnu Prasetiyo Adi Putra - detikNews
Kursi Ketua DPR Digoyang Loyalis Novanto, Akom: Semua Ada Mekanismenya Foto: Lamhot Aritonang
Jakarta - Kader partai Golkar sempat menyinggung soal adanya kemungkinan mengembalikan posisi ketua umum mereka, Setya Novanto, menjadi Ketua DPR. Ketua DPR saat ini, Ade Komarudin (Akom), menyatakan tidak mau memusingkan hal tersebut.

Akom juga menampik pertemuan yang dilakukannya hari ini dengan Wakil Presiden Jusuf Kalla untuk membahas persoalan pergantian Ketua DPR.

"Saya tidak pernah mau mendiskusikan hal seperti itu (pergantian Ketua DPR,-red), saya mau kerja saja dengan baik saja," kata Akom di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (3/10/2016).

"Kalau (kerja saya) itu dinilai baik alhamdulillah, kalau tidak nggak papa. Yang penting saya berusaha dan berniat bekerja dengan baik," imbuhnya.

Akom bahkan menyatakan belum pernah melihat adanya surat tentang pemulihan nama Novanto oleh MKD. Persoalan isu pergantian Ketua DPR tidak terlalu diambil pusing oleh Akom.

"Belum, saya kan kemarin pergi ke Cirebon hari minggu saya ceramah di Parmusi tentang politik Islam. Kembali malam, terus rapat sampai jam 1 malam, berkaitan dengan Tax Amnesty," ungkap politisi asal Purwakarta itu.

Akom mengaku belum fada komunikasi lebih lanjut dengan anggota Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) untuk menyikapi hal ini. Ia menyerahkan sepenuhnya keputusan pemulihan nama Novanto atau pergantian posisi ketua DPR kepada mekanisme yang ada.

"Nggak ada komunikasi (dengan MKD -red). Kalau saya menyerahkan yang seperti itu kepada mekanisme DPR, sesuai peraturan perundangan yang ada, mekanisme yang berlaku. Sekali lagi saya bilang, tidak begitu mempermasalahkan seperti itu, yang penting saya bekerja dengan baik," ujar dia.

"Mudah-mudahan diterima kalau tidak diterima nggak apa-apa. Yang penting niatnya sudah baik. Itu jangan tanya kepada saya. Saya serahkan kepada mekanisme yang ada, mekanismenya ada rapim, ada pimpinan fraksi atau rapat pengganti Bamus. Jadi keputusannya seperti apa kita ikuti, saya nggak mau mengada-ada," sambung dia.

Sebelumnya, Plt Ketua Fraksi Partai Golkar Kahar Muzakir memberikan isyarat kuat penggantian posisi Ketua DPR dari Ade Komarudin (Akom) kembali ke Setya Novanto. Kahar meyakini, pergantian tersebut hal yang wajar dan tidak akan menimbulkan gejolak di internal partai.

Kahar menambahkan, pergantian Ketua DPR sebagai alat kelengkapan dewan mutlak menjadi kewenangan Fraksi Partai Golkar.

"Nggak perlu diupayakan kalau kita mau (Ganti Akom dengan Novanto, -red) tinggal kirim surat kan selesai. Ketua DPR ini kan alat kelengkapan dewan sama kaya Ketua Komisi nggak perlu ada upaya susah-susah. Itu kan orang kita, kita ganti, Gimana?," ujar Kahar di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (30/9/2016).

Ketua DPD Golkar DKI Fayakhun Andriadi menilai kinerja Akom biasa-biasa aja. Namun dia mengatakan tak ada permintaan dari Novanto agar dikembalikan ke posisi Ketua DPR.

"Biasa biasa saja. Tidak ada yang memuji. Tapi yang menjelekkan juga tidak ada," ujar Fayakhun, hari ini.
(wsn/tor)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed