DetikNews
Sabtu 24 September 2016, 01:09 WIB

Mahfud MD dan Saldi Setuju Revisi PP 99, Tapi Tidak untuk Remisi Koruptor

Andi Saputra - detikNews
Mahfud MD dan Saldi Setuju Revisi PP 99, Tapi Tidak untuk Remisi Koruptor Foto: Mahfud MD bersama pakar hukum lain saat berdiskusi dengan Jokowi Kamis (22/9) (Iqbal/detikcom)
Jakarta - Mantan Ketua MK Mahfud MD dan guru besar Universitas Andalas Saldi Isra menyetujui PP 99/2012 direvisi secara terbatas. Revisi itu dikecualikan kepada kasus koruptor dan bos narkoba.

Jalan tengah itu mengerucut dalam focus group discussion (FGD) para profesor hukum yang digelar Kemenkum HAM di Hotel Rancamaya, Bogor, Jumat (23/9/2016).

"Pengecualian revisi untuk kasus korupsi. Sekarang kita terbuka saja kalau kita akan membuka revisi soal kejahatan narkotika. Saya rasa resistensi tidak akan sebesar ini, dan ini posisi saya," kata Saldi.

Dalam PP 99/2012 itu, pengetatan remisi diberikan kepada tiga narapidana yaitu:

1. Koruptor
2. Narkotika
3. Teroris

Dalam FGD itu diulas permasalahan pengetatan remisi bagi ketiga kejahatan di atas. Untuk pengetatan remisi koruptor, forum hampir semuanya sepakat remisi koruptor harus ketat.

"Jalan tengah mari kita revisi PP 99 tapi tidak untuk korupsi. Malah kalau bisa lebih keras," cetus Mahfud.

Bagaimana dengan kasus narkoba? Forum menilai masih banyak sistem peradilan yang tidak fair, baik di penyidikan atau penuntutan, sehingga bisa menjadi alasan pembenar untuk merevisi PP 99 itu. Banyak pemakai narkoba tapi dikenakan pasal pengedar narkoba, sehingga hukuman setara dengan bandar yang berakibat susah mendapatkan remisi.

Dampak banyaknya kasus pemakai narkoba yang dihukum dengan pasal pengedar maka penjara penuh. Akibat penuhnya warga binaan narkoba, terjadilah kerusuhan di beberapa penjara beberapa hari terakhir. Tapi bagi bos narkoba, pengetatan remisi tidak akan diotak-atik.

"Kalau untuk bandar, tetap. Dia akan tetap kena pengetatan remisi," kata Menkum HAM Yasonna Laoly.

Hadir dalam pertemuan itu para pakar di bidangnya seperti Prof Yuliandri, Prof Hibnu Nugroho, Prof Adji Samekto, Zainal Arifin Moechtar dan Refly Harun. Diskusi awalnya berjalan cukup alot tapi bisa baru mencari solusi jalan tengah setelah berjalan lebih dari tiga jam. Diskusi yang ditutup menjelang pergantian hari itu akan dilanjutkan Sabtu (24/9) pagi.


(asp/miq)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed